
Petugas berjaga di depan logo Danantara di Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Program Manager Indonesia Corruption Watch (ICW), Lalola Easter Kaban, mengingatkan agar pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai superholding nasional dibarengi dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Menurutnya, lembaga baru tersebut harus mampu menghindari berbagai persoalan tata kelola yang pernah menjerat lembaga investasi di negara lain.
Dalam Round Table Discussion (RTD) Nagara Institute dan Akbar Faizal Uncensored (AFU) bertajuk "Re-design BUMN Via Danantara dan Jebakan Hukum: Tanggung Jawab Direksi dan Komisaris?",.
Lalola menilai transformasi tata kelola investasi negara harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem, bukan mengulang kesalahan yang pernah terjadi.
“Kita sedang bicara tentang entitas baru, sebuah superholding yang mau meniru Temasek Holding milik negara tetangga Singapura. Kita harus berhati-hati dan mengawal ketat proses ini agar lembaga baru tersebut tidak berubah menjadi kasus seperti 1MDB milik Malaysia,” ucapnya.
Ia menegaskan, penerapan Business Judgment Rule hanya dapat berjalan secara efektif apabila setiap potensi benturan kepentingan dikelola secara terbuka.
Selain itu, sinkronisasi berbagai regulasi juga diperlukan agar instrumen hukum tidak disalahgunakan untuk mengkriminalisasi keputusan bisnis yang diambil secara profesional dan sesuai ketentuan.
“Kita semua harus memahami secara jernih bahwa terjadinya suatu kerugian negara itu tidak sama dengan sebuah tindakan korupsi. Business Judgment Rule tentu menjadi cara terbaik meminimalisir agresivitas dari penerapan UU Tipikor di lapangan,” katanya.
Dalam forum yang sama, Peneliti Nagara Institute Satya Arinanto menjelaskan bahwa konsep Business Judgment Rule bertujuan memberikan perlindungan hukum kepada direksi ketika mengambil keputusan bisnis.
Perlindungan tersebut berlaku selama keputusan diambil dengan iktikad baik, tanpa unsur kecurangan, benturan kepentingan, maupun tindakan melawan hukum.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
