
Pikap Mahindra untuk operasional Koperasi Merah Putih mulai diserahkan ke desa. (Radar Tuban)
JawaPos.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti dugaan persoalan tata kelola dalam pengadaan 80 ribu unit mobil pikap untuk program Koperasi Desa Merah Putih.
Dalam kajian ICW, diperkirakan terdapat potensi perburuan rente dengan nilai mencapai sekitar Rp 4,86 triliun hingga Rp 5,54 triliun pada proyek tersebut.
Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah, menjelaskan berdasarkan analisis terhadap data ekspor-impor, pihaknya memperkirakan nilai pembelian kendaraan oleh PT Bumi Indo Gemilang (PT BIG) dari produsen berada di kisaran Rp 14,85 triliun hingga Rp 15,53 triliun. Sementara itu, nilai transaksi yang disampaikan PT Agrinas Pangan Nusantara (PT APN) mencapai sekitar Rp 20,4 triliun.
“Selisih sebesar Rp 4,86–Rp 5,54 triliun mengindikasikan adanya potensi perburuan rente melalui margin yang tidak sebanding dengan nilai tambah yang diberikan oleh perantara,” kata Wana dalam keterangan tertulis, Minggu (12/7).
Baca Juga:4 Shio Ini Diyakini Tetap Memiliki Kondisi Keuangan Stabil di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Ia menuturkan, selisih tersebut juga mencerminkan besarnya biaya peluang (opportunity cost) karena dana dengan nilai tersebut berpotensi digunakan untuk membiayai program publik yang lebih memberikan manfaat, seperti subsidi perumahan.
Dalam penelusurannya, ICW mengungkap rantai pasok pengadaan mobil pikap yang diimpor dari India guna mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, mulai dari produsen hingga pihak yang melakukan transaksi sebagai konsumen akhir. Penelusuran itu dilakukan terhadap data yang dikumpulkan selama periode 25 Februari hingga 3 Juli 2026.
ICW juga menghimpun data dari basis data transaksi ekspor-impor sepanjang 2024 hingga Juni 2026. Dari data tersebut, ICW turut menyaring transaksi yang memuat informasi lengkap mengenai harga satuan kendaraan dan jumlah unit yang dibeli oleh perusahaan.
Selain menyoroti dugaan selisih nilai transaksi, ICW menilai masih minimnya keterbukaan mengenai pedoman pengadaan barang yang diterapkan PT Agrinas Pangan Nusantara. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka ruang terjadinya maladministrasi maupun penyimpangan dalam proses pengadaan kendaraan.
Berdasarkan temuan tersebut, ICW merekomendasikan agar proyek pengadaan 80 ribu mobil pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih dihentikan sementara. Wana menilai, proses pengadaan tersebut belum memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, serta persaingan usaha yang sehat.
Karena itu, ia meminta pemerintah membuka seluruh dokumen pengadaan kepada publik. Serta mendorong aparat penegak hukum melakukan penyelidikan terhadap proyek tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
