
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (BEM FH UI) Anandaku Dimas Rumi Chattaristo. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Aksi demonstrasi aliansi mahasiswa yang digelar di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8) diwarnai kritik keras terhadap kondisi demokrasi dan tata kelola pemerintahan saat ini.
Massa aksi menilai perayaan kemerdekaan yang baru saja berlangsung berbanding terbalik dengan realitas sosial yang dialami masyarakat, yang dinilai tengah dijajah pemerintahan sendiri.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (BEM FH UI) Anandaku Dimas Rumi Chattaristo menegaskan, pemaknaan kemerdekaan saat ini tidak lagi sebatas lepas dari cengkeraman penjajah asing. Menurutnya, publik perlu menyadari tantangan riil yang dihadapi bangsa di dalam negeri.
"Jadi, kita dulu terjebak dengan pemikiran bahwa kemerdekaan itu adalah bebas dari penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, penjajahan asing, dan sebagainya. Tapi yang tinggal kita sadari hari ini adalah justru kita dijajah oleh pemerintah kita sendiri," ujar Dimas di lokasi aksi, Selasa (18/8).
Ia menyoroti kontrasnya perayaan kemerdekaan di tingkat elit dengan situasi darurat yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah. Mulai dari bencana alam hingga masalah pemenuhan kebutuhan pokok dan fasilitas pendidikan.
"Bisa kita lihat kemarin tanggal 17 Agustus, malamnya mereka berpesta pora mengadakan karnaval, mereka bersukacita di saat warga NTT sedang mengalami bencana, ketika warga Aceh belum pulih, ketika ada yang mati karena tidak bisa makan, ketika ada yang khawatir karena tidak bisa dapat pendidikan, dan ketika ada yang khawatir karena ekonomi mereka semakin buruk," katanya.
"Ini adalah penjajahan yang terjadi di negeri kita," sambungnya.
Selain isu penegakan hukum, dinamika pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan. Mahasiswa mendesak adanya evaluasi konkret serta transparansi penganggaran terkait program tersebut.
"Jadi, pernyataan bahwa kita akan terus turun ke jalan itu bukan sebuah tantangan, tapi sebuah keniscayaan ketika mereka tidak mau melakukan perubahan dan perbaikan," tegas Dimas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022