Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Agustus 2026 | 03.16 WIB

Kritik BEM UI saat Demo di Thamrin: Kita Dijajah Pemerintah Sendiri

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (BEM FH UI) Anandaku Dimas Rumi Chattaristo. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (BEM FH UI) Anandaku Dimas Rumi Chattaristo. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Aksi demonstrasi aliansi mahasiswa yang digelar di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8) diwarnai kritik keras terhadap kondisi demokrasi dan tata kelola pemerintahan saat ini.

Massa aksi menilai perayaan kemerdekaan yang baru saja berlangsung berbanding terbalik dengan realitas sosial yang dialami masyarakat, yang dinilai tengah dijajah pemerintahan sendiri.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (BEM FH UI) Anandaku Dimas Rumi Chattaristo menegaskan, pemaknaan kemerdekaan saat ini tidak lagi sebatas lepas dari cengkeraman penjajah asing. Menurutnya, publik perlu menyadari tantangan riil yang dihadapi bangsa di dalam negeri.

"Jadi, kita dulu terjebak dengan pemikiran bahwa kemerdekaan itu adalah bebas dari penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, penjajahan asing, dan sebagainya. Tapi yang tinggal kita sadari hari ini adalah justru kita dijajah oleh pemerintah kita sendiri," ujar Dimas di lokasi aksi, Selasa (18/8).

Ia menyoroti kontrasnya perayaan kemerdekaan di tingkat elit dengan situasi darurat yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah. Mulai dari bencana alam hingga masalah pemenuhan kebutuhan pokok dan fasilitas pendidikan.

"Bisa kita lihat kemarin tanggal 17 Agustus, malamnya mereka berpesta pora mengadakan karnaval, mereka bersukacita di saat warga NTT sedang mengalami bencana, ketika warga Aceh belum pulih, ketika ada yang mati karena tidak bisa makan, ketika ada yang khawatir karena tidak bisa dapat pendidikan, dan ketika ada yang khawatir karena ekonomi mereka semakin buruk," katanya.

"Ini adalah penjajahan yang terjadi di negeri kita," sambungnya.

Soroti Masalah Keadilan hingga Program MBG

Selain isu penegakan hukum, dinamika pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan. Mahasiswa mendesak adanya evaluasi konkret serta transparansi penganggaran terkait program tersebut.

"Jadi, pernyataan bahwa kita akan terus turun ke jalan itu bukan sebuah tantangan, tapi sebuah keniscayaan ketika mereka tidak mau melakukan perubahan dan perbaikan," tegas Dimas.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore