Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Agustus 2026 | 00.00 WIB

Dilarang ke Bunderan HI, Aksi Demo Ricuh di Depan Gedung UOB, 1 Mahasiswa Uhamka Pingsan

Seorang mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) pingsan di tengah ricuhnya aksi demonstrasi di depan Gedung UOB, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Seorang mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) pingsan di tengah ricuhnya aksi demonstrasi di depan Gedung UOB, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Seorang mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) pingsan di tengah ricuhnya aksi demonstrasi di depan Gedung UOB, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

Insiden tersebut terjadi setelah sebelumnya terdapat aksi saling dorong antara petugas kepolisian dan massa aksi yang ingin menyampaikan orasi di Bunderan Hotel Indonesia.

Peserta aksi beralmamater hijau itu langsung mendapatkan penanganan medis darurat di ruas jalur Transjakarta. Petugas di lapangan dengan cepat membawanya ke mobil ambulans terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Diketahui, ribuan mahasiswa dari BEM UI serta aliansi mahasiswa lainnya dicegat aparat kepolisian saat bergerak menuju kawasan Bundaran HI. Meski orasi terus bergema secara bergantian dari atas mobil komando, massa sesekali tetap berupaya menerobos barikade petugas.

BEM UI Ungkap Alasan Aksi di Bundaran HI

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan (Athof), membeberkan alasan aliansi mahasiswa tidak memilih Gedung DPR RI sebagai pusat penyampaian aspirasi kali ini.

"Justru kenapa harus DPR? Dengan kondisi mereka tidak berfungsi," ujar Athof kepada JawaPos.com, Selasa (18/8).

Athof menilai kondisi sosial-politik Indonesia saat ini tengah mengalami krisis kedaulatan yang nyata. Menurutnya, aksi yang mengerahkan sekitar 1.000 massa ini digelar karena masyarakat luas belum merasakan kemerdekaan hakiki, sementara penguasa terkesan enggan mendengarkan suara publik.

Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, menambahkan bahwa massa membawa delapan tuntutan untuk pemerintah yang seluruhnya memiliki tingkat urgensi sama.

"Benang merahnya bahwa negara ini semakin kuat, sementara rakyat semakin lemah dan tidak ada checks and balances yang memadai yang betul-betul bisa membuat pemerintah itu terbatas power-nya," tegas Fathimah di lokasi aksi.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore