
Kepala BGN Sudaryono. (Istimewa)
JawaPos.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membuka peluang membawa kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke ranah pidana apabila investigasi menemukan unsur kesengajaan atau sabotase.
Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat menjawab pertanyaan mengenai sanksi terhadap pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusul sejumlah kasus keracunan yang terjadi di berbagai daerah.
"Ini kita sedang cari formula (penanganan kasus keracunan). Kalau memang ada unsur-unsur lain, ya misalnya ada unsur kesengajaan, sabotase, dan lain-lain, kami tidak segan-segan untuk kemudian diperiksa oleh pihak kepolisian. Memang kalau ada ya kita serahkan semua, bukan kemudian kita tutup-tutupi atau kemudian kita bela-bela. Kalau salah ngapain dibela gitu," tegas Sudaryono di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (5/8) malam.
Namun, Sudaryono menekankan setiap penanganan kasus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Dia juga mengungkapkan bahwa tidak semua kasus keracunan berasal dari kesalahan dapur penyedia makanan.
"Termasuk, mohon maaf, ada satu case keracunan itu karena makanannya dibawa pulang. Jadi misalnya dia sudah benar semua dapurnya, kemudian sudah diberikan ke siswanya di waktu yang juga masih sesuai, tapi kemudian dia bungkus dibawa pulang dan dikonsumsi bersama keluarga yang lain sehingga yang keracunan bukan hanya siswanya tapi termasuk anggota keluarga yang mengonsumsi makanan itu," katanya.
Menurut Sudaryono, setiap insiden keracunan langsung ditindaklanjuti dengan penghentian sementara operasional dapur, pemeriksaan sampel makanan di laboratorium, hingga investigasi untuk mengetahui penyebabnya.
"Kita akan cari tahu gitu. Kemudian SPPG-nya kami copot, dan kemudian kita investigasi sebetulnya keracunannya karena apa," kata Sudaryono.
Ia menegaskan, BGN kini menerapkan pendekatan zero tolerance terhadap kasus keracunan karena menyangkut keselamatan penerima manfaat, terutama anak-anak.
Karena itu, BGN menargetkan tidak ada lagi kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG. "Target saya adalah gimana caranya apa pun caranya bagaimana caranya itu kemudian nol case keracunannya," tegasnya.
Dalam evaluasi sementara, BGN menemukan sejumlah kasus dipicu pelanggaran prosedur operasional. Salah satunya makanan dimasak terlalu dini sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022