
Logo Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
JawaPos.com - Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi tantangan yang sangat kompleks. Kehadiran NU diharapkan bukan hanya sekadar menjadi organisasi masyarakat (ormas) keagamaan semata.
Untuk itu, pemimpin NU ke depan diharapkan jangan hanya bermodalkan popularitas dan dukungan politik semata.
Hatim Gazali, salah satu tokoh muda NU menyatakan bahwa dari data survei Alvara Research Center pada akhir 2025 disebutkan 140 juta jiwa warga Indonesia mengidentifikasi diri mereka sebagai Nahdliyin.
Dengan skala organisasi sebesar itu, Muktamar NU bukan semata-mata sebagai ajang memilih figur. "Momentum (muktamar, red) menentukan arah kepemimpinan NU menghadapi tantangan sosial, politik, ekonomi, dan teknologi yang semakin kompleks," ungkap Hatim kepada media pada Minggu (2/8).
Untuk menjawab segala tantangan tersebut, Hatim membeberkan sembilan kriteria yang penting dimiliki Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendatang. Kriteria itu meliputi kemampuan menjadi pemersatu di tengah dinamika internal organisasi, memiliki akar yang kuat di dunia pesantren, serta memiliki pengalaman panjang berkhidmat dari tingkat ranting hingga kepengurusan pusat.
“Selain itu, pemimpin NU perlu memiliki wawasan nasional dan global, menjaga independensi organisasi dengan tidak menjadi bagian dari partai politik maupun tidak sedang menduduki jabatan politik," tegasnya.
Lebih penting lagi kata Hatim, ketum PBNU harus mampu menjadikan NU sebagai kekuatan masyarakat sipil yang tetap kritis sekaligus konstruktif.
Sebagaimana diketahui bahwa Muktamar NU dijadwalkan digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur. Artinya tidak sampai satu bulan lagi.
Para Nahdliyin berharap Muktamar itu mampu melahirkan pemimpin yang berintegritas. Sebab, NU bukan hanya sekadar ormas keagamaan semata, tetapi juga kekuatan sosial yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan umat, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022