
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan pabrik amunisi di Batulicin, Kalsel. (Kemhan)
JawaPos.com - Untuk mengurangi ketergantungan dari luar negeri, PT Pindad membangun pabrik amunisi di atas lahan seluas 30 hektare di wilayah Batulicin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Peletakan batu pertama atas pembangunan fasilitas tersebut berlangsung pada Sabtu (4/7).
Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, pembangunan pabrik amunisi di Batulicin merupakan bagian program pengembangan industri pertahanan (inhan) dalam negeri yang dilaksanakan oleh PT Pindad.
”Sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertahanan dalam memperkuat kemandirian alpalhankam, khususnya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan amunisi bagi TNI,” kata Rico saat dikonfirmasi pada Senin (6/7).
Pembangunan pabrik tersebut bertujuan memperkuat kapasitas produksi amunisi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri, dan meningkatkan kesiapan dukungan logistik pertahanan Indonesia. Menurut Rico, program tersebut selaras dengan strategi pertahanan pulau-pulau besar dan gugusan pulau strategis lainnya.
”Karena itu, ke depan fasilitas produksi amunisi PT Pindad juga direncanakan dibangun di pulau-pulau besar lainnya agar dukungan logistik pertahanan tidak terpusat pada satu wilayah saja,” jelasnya.
Rico mencontohkan, pembangunan pabrik amunisi di Papua Selatan. Secara lebih terperinci, Rico menjelaskan, pemilihan Batulicin sebagai lokasi pembangunan pabrik amunisi di Kalsel sudah melalui berbagai pertimbangan teknis dan strategis. Termasuk diantaranya ketersediaan lahan, akses wilayah, potensi dukungan infrastruktur, dan posisi Kalsel yang strategis.
Kemhan memandang, kalsel sebagai titik yang pas dalam mendukung distribusi dan penguatan inhan nasional. Apalagi bila merujuk prioritas utama pembangunan pabrik tersebut adalah mendukung kebutuhan pertahanan nasional dan kesiapan seluruh jajaran TNI.
”Apabila ke depan kapasitas produksi, standar kualitas, dan ketentuan regulasi memungkinkan, tidak menutup peluang untuk mendukung kerja sama maupun pasar ekspor secara selektif, dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional,” kata dia.
Melalui akun media sosial resminya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa pembangunan pabrik tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ihan nasional, utamanya dalam memenuhi kebutuhan TNI.
”Pembangunan fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan munisi bagi TNI secara berkelanjutan,” tulis Sjafrie.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
