Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Juli 2026 | 22.33 WIB

Kurangi Ketergantungan dari Luar Negeri, Pindad Bangun Pabrik Amunisi Seluas 30 Hektare di Kalsel

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan pabrik amunisi di Batulicin, Kalsel. (Kemhan) - Image

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan pabrik amunisi di Batulicin, Kalsel. (Kemhan)

JawaPos.com - Untuk mengurangi ketergantungan dari luar negeri, PT Pindad membangun pabrik amunisi di atas lahan seluas 30 hektare di wilayah Batulicin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Peletakan batu pertama atas pembangunan fasilitas tersebut berlangsung pada Sabtu (4/7).

Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, pembangunan pabrik amunisi di Batulicin merupakan bagian program pengembangan industri pertahanan (inhan) dalam negeri yang dilaksanakan oleh PT Pindad.

”Sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertahanan dalam memperkuat kemandirian alpalhankam, khususnya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan amunisi bagi TNI,” kata Rico saat dikonfirmasi pada Senin (6/7).

Pembangunan pabrik tersebut bertujuan memperkuat kapasitas produksi amunisi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri, dan meningkatkan kesiapan dukungan logistik pertahanan Indonesia. Menurut Rico, program tersebut selaras dengan strategi pertahanan pulau-pulau besar dan gugusan pulau strategis lainnya.

”Karena itu, ke depan fasilitas produksi amunisi PT Pindad juga direncanakan dibangun di pulau-pulau besar lainnya agar dukungan logistik pertahanan tidak terpusat pada satu wilayah saja,” jelasnya.

Rico mencontohkan, pembangunan pabrik amunisi di Papua Selatan. Secara lebih terperinci, Rico menjelaskan, pemilihan Batulicin sebagai lokasi pembangunan pabrik amunisi di Kalsel sudah melalui berbagai pertimbangan teknis dan strategis. Termasuk diantaranya ketersediaan lahan, akses wilayah, potensi dukungan infrastruktur, dan posisi Kalsel yang strategis.

Kemhan memandang, kalsel sebagai titik yang pas dalam mendukung distribusi dan penguatan inhan nasional. Apalagi bila merujuk prioritas utama pembangunan pabrik tersebut adalah mendukung kebutuhan pertahanan nasional dan kesiapan seluruh jajaran TNI.

”Apabila ke depan kapasitas produksi, standar kualitas, dan ketentuan regulasi memungkinkan, tidak menutup peluang untuk mendukung kerja sama maupun pasar ekspor secara selektif, dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional,” kata dia.

Melalui akun media sosial resminya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa pembangunan pabrik tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ihan nasional, utamanya dalam memenuhi kebutuhan TNI.

”Pembangunan fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan munisi bagi TNI secara berkelanjutan,” tulis Sjafrie.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore