
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5).
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan sekolah-sekolah di Indonesia untuk mulai mengajarkan Bahasa Prancis kepada para siswa. Pernyataan itu memunculkan perhatian publik, terutama terkait kesiapan dunia pendidikan dalam menerapkan kebijakan baru tersebut.
Lalu Hadrian menyatakan Komisi X DPR RI akan meminta penjelasan resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait arah kebijakan pembelajaran Bahasa Prancis di sekolah.
Menurutnya, kejelasan mengenai program tersebut perlu dipaparkan secara rinci dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI, termasuk menyangkut kesiapan implementasi di lapangan.
“Soal kejelasan wajib belajar bahasa Prancis di sekolah, kami tentu akan meminta Kemendikdasmen menjelaskannya pada Raker dengan kami nanti. Karena sebelumnya juga sempat muncul wacana Bahasa Portugis, namun sampai sekarang belum terlihat tindak lanjut baik dari sisi roadmap, regulasi, maupun kesiapan implementasinya,” kata Lalu Hadrian kepada wartawan, Jumat (29/5).
Ia menilai, penguatan penguasaan bahasa asing memang menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Namun demikian, kebijakan pendidikan tetap harus dirancang secara matang dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa.
“Kami memandang penguatan kemampuan bahasa asing memang penting. Namun kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kebutuhan nasional, kesiapan tenaga pendidik, kurikulum, dan manfaat nyata bagi peserta didik,” ujarnya.
Lalu Hadrian juga mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Menurut dia, publik harus melihat kebijakan pendidikan sebagai bagian dari kebutuhan nasional, bukan sekadar kepentingan diplomasi luar negeri.
“Jangan sampai publik melihat kebijakan ini hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tanpa perencanaan pendidikan yang matang,” tegasnya.
Komisi X DPR RI, lanjutnya, akan memastikan terlebih dahulu posisi program pembelajaran Bahasa Prancis dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional sebelum diterapkan secara luas.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
