
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth di Pentagon pada Senin (13/4) waktu setempat. (Kemhan)
JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin buka-bukaan dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR pada Selasa (19/5). Dia menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah memberikan overflight access kepada Amerika Serikat (AS). Yang terjadi adalah kerja sama Indonesia dengan AS saat ini meningkat signifikan.
Dalam rapat tersebut, Sjafrie tegas menyatakan bahwa dirinya enggan merespons informasi hoaks atau kabar burung yang tidak benar. Namun, dia menceritakan apa adanya terkait dengan pertemuan antara dirinya dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth di Pentagon pada Senin, 13 April 2026, lalu. Dia menyatakan bahwa yang terjadi adalah peningkatan kerja sama melalui penandatanganan Letter of Intent.
”Itu adalah Letter of Intent. Bukan Letter of Commitment. Jadi, kami tidak bikin komitmen apa-apa dengan Amerika Serikat dalam hal udara, tidak. Kami mempertahankan konstitusi dan kami mempertahankan kita punya kepentingan nasional,” tegasnya.
Menhan Sjafrie menekankan bahwa Indonesia punya prinsip mutual benefit dan mutual respect dalam melaksanakan kerja sama bidang pertahanan. Prinsip tersebut masuk dalam Letter of Intent yang ditandatangani bersama-sama di Pentagon. Dalam Letter of Intent tersebut, kedua negara sepakat menghormati integritas dan kedaulatan teritorial.
”Yang kedua, diperlukan mekanisme dan standing operating procedures kalau kita setuju. Dan konsisten dengan hukum dari masing-masing negara. Ini sudah ada, dulu kita kalau latihan, kalau dia ada luka kita kembalikan,” imbuhnya.
Dengan tegas, Sjafrie memastikan bahwa pihaknya selalu mengedepankan kepentingan nasional Indonesia dalam menjalin hubungan dan kerja sama pertahanan dengan negara-negara lain di dunia. Pihak juga memastikan negara mitra menghormati Indonesia sebagai negara yang berdaulat dengan aturan dan ketentuan sesuai undang-undang (UU).
”Selain itu dia (AS) menambah manfaat terhadap hubungan kepentingan defense cooperation kita. Dia jadikan namanya Defense POW (Prisoner of War), MIA (Missing In Action), Accounting Agency Partnership. Jadi, kita menangani sisa-sisa jenazah personel, menghormati kedaulatan, kita hormati bersama, kita bantu, dan dia yang biayai, bukan kita. Gitu. Dan ini hanya berlaku lima tahun,” tegasnya.
Selain Letter of Intent, juga ditandatangani peningkatan kerja sama Indonesia dengan AS yang disebut oleh Sjafrie sebagai Major Defense Cooperation Partnership. Isinya terdiri atas modernisasi militer, peningkatan kapasitas pendidikan dan latihan, pengembangan fasilitas latihan, dan berbagai latihan bersama dengan melibatkan pasukan khusus.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
