
Sekjen Laskar Merah Putih Abdul Rachman Thaha. (Istimewa)
JawaPos.com - Satgas PKH Kejaksaan Agung (Kejagung) menyetorkan uang sitaan Rp 10,2 triliun ditambah 2,3 juta hektare lahan. Presiden Prabowo bangga atas kinerja Kejagung yang telah empat kali diundang Kejagung menyaksikan penyerahan tumpukan uang triliunan rupiah.
Menurut Sekjen Laskar Merah Putih Abdul Rachman Thaha uang 10,2 triliun rupiah ditambah 2,3 juta hektare lahan dari Kejagung itu jumlah fantastis. Tapi uang denda administratif, penghasilan negara bukan pajak, setoran pajak, serta pengembalian lahan itu akan diapakan?
”Memang bukan urusan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menjawabnya. Yang jelas, kerja spektakuler Kejagung itu akan menjadi antiklimaks jika pengelolaannya justru memunculkan potensi penggerogotan berikutnya,” papar Abdul Rachman Thaha.
Baca Juga:Alasan JPU Kejagung Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun
Pada titik itu, lanjut dia, sekian banyak kementerian di pemerintahan Prabowo masih dipandang problematik oleh masyarakat. ”Sehingga, di situ pula saya menaruh kekhawatiran mendalam,” tandas Abdul Rachman Thaha.
Menurut dia, Kejagung sudah membuktikan diri sebagai elemen penting dalam Satgas PKH. Namun tersisa persoalan menyangkut penanganan kasus-kasus tipikor yang persidangannya sedang atau akan berlangsung.
”Saya sungguh-sungguh berharap kerja apik Kejagung tidak dilangkahi lagi lewat pemberian amnesti dan abolisi bagi para terdakwa atau terpidana dari kalangan elite sejak proses peradilan tingkat pertama,” tutur Abdul Rachman Thaha.
Terlepas bahwa amnesti dan abolisi diatur dalam undang-undang, dia menyatakan, kebijakan itu menjadi tamparan keras bagi lembaga-lembaga dalam rezim pemberantasan korupsi di Tanah Air.
”Lembaga yang saya maksud, khususnya, adalah Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung,” ujar Abdul Rachman Thaha.
Amnesti dan abolisi sejak peradilan tingkat pertama, menurut Abdul Rachman Thaha, akan mudah ditafsirkan sebagai bentuk hegemoni politik atas hukum. Itu melukai para terdakwa dan terpidana lain yang tidak memiliki kemampuan untuk membuat kasusnya masuk ke dalam radar presiden.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022