Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 22.31 WIB

Masih Perlu Perawatan Intensif di RSCM, Oditur Militer Belum Bisa Temui Andrie Yunus

Sidang perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus berlanjut di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Sidang perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus berlanjut di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Niatan Oditur Militer untuk menemui Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di RSCM pada Selasa (12/5) urung terlaksana. Sebagai korban penyiraman air keras, Andrie belum bisa ditemui. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa Andrie masih perlu perawatan intensif.

Letkol CHK Mohammad Iswadi sebagai salah seorang oditur dari Oditurat Militer II-07 Jakarta menyampaikan bahwa Andrie belum bisa dijenguk. Aktivis pembela hak asasi manusia (HAM) itu masih menjalani perawatan pasca disiram air keras pada 12 Maret 2026.

”Masih dalam proses penyembuhan, sehingga memang betul tidak bisa dikunjungi. Karena akan sangat berbahaya apabila saudara Andrie Yunus mendapat kunjungan,” kata dia kepada awak media.

Menurut Iswadi, bagian tubuh kanan Andrie belum boleh bergerak, khususnya pada bahu sebelah kanan. Hal itu disampaikan secara langsung oleh tim medis yang menangani Andrie. Karena itu, para oditur yang menangani kasus Andrie belum bisa menemui korban.

”Informasi dari manajemen rumah sakit, harus posisi statis. Kalau bergerak sedikit, nanti operasinya akan gagal,” imbuhnya.

Iswadi memastikan, pihaknya akan menjelaskan hasil kunjungan ke RSCM hari ini kepada majelis hakim di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Sebab, majelis hakim menginginkan Andrie dihadirkan sebagai saksi korban. Keinginan itu sudah disampaikan secara resmi di ruang persidangan.

Dengan kondisi Andrie saat ini, dia menilai, yang masih memungkinkan untuk dihadirkan sebagai saksi adalah dokter. Menurut dia, dokter yang bisa menjelaskan di muka sidang ihwal kondisi terkini Andrie pasca diserang menggunakan air keras oleh personel Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

”Kalau memang nanti kami diperintahkan untuk bertemu dokter, nanti kami akan menemui dokter untuk menanyakan kondisi terakhir saudara Andrie Yunus sebelum kami membuat tuntutan,” jelasnya.

Melalui keterangan resmi pada Selasa (12/5), RSCM menyampaikan bahwa saat ini Andrie masih berada dalam pemantauan dan penanganan tim medis multidisiplin. Para dokter itu terdiri atas dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi, oftalmologi, psikiatri, serta tenaga kesehatan lainnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore