
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari saat berbincang dengan JawaPos.com terkait dengan evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Malam merangkak naik ketika dering telepon genggam Desiana Kartika Bahari terdengar pada Senin (27/4). Tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Demikian bunyi informasi yang diterima oleh kepala Kantor SAR Jakarta tersebut. Saat itu pula dia bergegas menghubungi Unit Siaga SAR Bekasi. Mereka adalah Tim SAR terdekat dari lokasi kecelakaan.
Sepuluh menit berselang, tim tersebut sudah berada di lokasi kecelakaan. Kedatangan mereka disusul oleh Tim SAR dan Basarnas Special Group (BSG) dari Jakarta. Desiana termasuk diantaranya. Yang tampak pertama kali dalam pandangan matanya adalah kepanikan. Penumpang, petugas, dan masyarakat berdesak-desakan di area peron. Di luar, sirene ambulans meraung-raung.
Sebagai kepala Kantor SAR, Desiana menyadari malam itu akan menjadi sangat panjang. Tabrakan kereta yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB tersebut sangat dahsyat. Lokomotif Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek masuk ke dalam rangkaian KRL yang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Gerbong khusus perempuan hancur. Korban terjepit di antara besi-besi kereta.
Baca Juga:Jangan Lupa Cetak Kartu Peserta Manajer Koperasi Merah Putih Sebelum 3 Mei! Begini Alur Lengkapnya
”Memang suasananya crowded, kami sulit untuk klir area. Banyak yang lalu-lalang, mungkin karena jiwa kemanusiaan semua ingin menolong. Akhirnya saya dapat toa dari petugas keamanan, langsung saya minta yang tidak menggunakan APD untuk menjauh dari gerbong. Karena kami akan lakukan evakuasi,” ucap Desiana saat berbincang dengan JawaPos.com pada Jumat siang (1/5).
Imbauan itu disusul pergerakan Tim SAR Gabungan. Sterilisasi dilakukan, hanya petugas yang boleh masuk area peron. Desiana dan timnya berkejaran dengan waktu. Korban selamat berada di antara hidup dan mati. Dia tidak ingin mereka kehilangan kesempatan untuk tetap hidup. Maka perawat yang sudah berada di lokasi kecelakaan diminta menghubungi rumah sakit untuk mendatangkan dokter.
”Saya perlu dokter, setelah itu langsung berdatangan dokter spesialis ortopedi, spesialis bedah, dan spesialis lainnya,” kata Desiana.
Baca Juga:Bruno Moreira Terdepak! Francisco Rivera Top Skor Baru Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026
Para dokter itu ditugaskan untuk memastikan korban selamat tetap hidup. Mereka dibolehkan memberikan tindakan apapun yang dibutuhkan. Termasuk memasang selang oksigen, menjaga saturasi korban, dan memastikan seluruh tanda-tanda vital korban tetap dalam batas normal. Meski tidak banyak komunikasi antara Tim SAR dengan para korban, Desiana melihat harapan dari kontak mata yang terjadi.
”Saya pegang tangan mereka, mengajak mereka untuk berdoa, untuk terus kuat dan saling menguatkan,” ucap perempuan yang memimpin Kantor SAR Jakarta sejak Januari 2024 tersebut.
Di tengah situasi genting itu, Desiana mengaku suasana yang sempat tegang sempat terasa sangat mengharukan. Bisikan dari korban terdengar di telinganya. Mereka bilang sakit. Tim dokter langsung memberikan pereda nyeri. Mereka bilang ngantuk. Desiana meminta agar korban terus bertahan sambil terus mengupayakan pemotongan besi-besi kereta segera dituntaskan.
Meski terdengar sederhana, memotong besi-besi yang menjepit para korban bukan perkara mudah. Tidak semua orang bisa, termasuk anak buahnya di Basarnas. Hanya petugas berkualifikasi tertentu yang mampu menggunakan Vehicle Accident Rescue, peralatan yang dibawa oleh petugas Basarnas untuk melakukan ekstrikasi korban.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
