
Ilustrasi Nahdlatul Ulama (NU). (Nu Online)
JawaPos.com - Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi as-Syar’i Sarang, Rembang, Jawa Tengah (Jateng), Achmad Rosikh Roghibi meminta Menteri Sosial Saefullah Yusuf alias Gus Ipul agar fokus menyiapkan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) beserta Konbes dan Munas Alim Ulama. Terlebih waktu pelaksanaan sudah semakin dekat.
"Sebagai Ketua OC Gus Ipul harus fokus pada tugas dan tanggung jawab pelaksanaan seluruh agenda dan rangkaian kerja menuju muktamar," kata Rosikh, Jumat (10/4).
Dia menjelaskan, pelaksanaan Muktamar NU tinggal menyisakan waktu 5 bulan, lebih singkat dari waktu yang biasanya dibutuhkan selama 1 tahun. Butuh usaha ekstra agar kegiatan ini bisa berjalan maksimal.
"Semestinya kepanitiaan utama muktamar adalah mereka yang secara keilmuan memahami karakter Islam ahlus sunnah wal jamaah, mendalami kepribadian NU, pesantren dan geopolitik lokal hingga global. Dan, memiliki orientasi yang jernih dan mendalam untuk bisa menempatkan posisi NU secara strategis dalam konstelasi nasional dan internasional," imbuhnya.
Dengan waktu yang sangat singkat, panitia harus menyiapkan Muktamar yang berkualitas supaya NU bisa menjalani abad kedua eksistensinya dengan baik. Sehingga perjuangan untuk Islam Aswaja, Indonesia, umat dan rakyat tetap berjalan sesuai pakem organisasi.
Adanya berbagai masalah yang mendera internal PBNU beberapa waktu terakhir juga perlu menjadi perhatian serius nahdliyyin. Atas dasar itu, segala bentuk potensi konflik harus diredam maksimal.
"Terutama dalam proses pemilihan pimpinan tertinggi PBNU. Apalagi bila konflik itu beririsan dengan posisi mereka di PT BUMNU yang mendapat konsesi kelola tambang," tegasnya.
Rosikh menyampaikan, para masyayikh-ulama NU, pesantren, dan warga nahdliyyin menghendaki agar rekonsiliasi jamiyyah secara menyeluruh tanpa syarat menjadi arus utama menuju muktamar ke-35 NU. Mereka menegaskan agar jangan membawa konflik internal PBNU saat ini kedalam Muktamar.
Pada konteks ini, bila kepanitiaan utama muktamar yang ditetapkan PBNU tidak berubah, maka harus dipastikan bisa fokus pada tugas dan tanggung jawab serta upaya ekstra dalam penyelenggaraannya. Karenanya, ada beberapa hal dan kondisi yang harus dipenuhi demi sukses pelaksanaan dan hasil muktamar sebagaimana semangat rekonsiliasi dalam memenuhi harapan struktural jamiyyah dan jamaah.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
