Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 April 2026 | 01.46 WIB

Jelang Muktamar ke-35, NU Diingatkan Agar Mandiri dan Tidak Bergantung kepada Ekstrenal

Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Abdussalam Shohib dan Dzurriyah PP Lirboyo Kediri, kiai Arif Afifuddin saat sowan ke sesepuh NU Jawa Barat sekaligus Pengasuh PP Daarul Ma’arif, Margaasih Bandung, kiai Sofyan Yahya. (Istimewa) - Image

Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Abdussalam Shohib dan Dzurriyah PP Lirboyo Kediri, kiai Arif Afifuddin saat sowan ke sesepuh NU Jawa Barat sekaligus Pengasuh PP Daarul Ma’arif, Margaasih Bandung, kiai Sofyan Yahya. (Istimewa)

JawaPos.com - Nahdlatul Ulama (NU) didorong agar bisa berdiri mandiri, tanpa ketergantungan dengan pihak eksternal. Harapan ini diharapkan dapat dibawa dalam Muktamar ke-35 NU, agar melahirkan pemimpin yang lebih baik. 

Dorongan ini merupakan nasihat yang didapat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Abdussalam Shohib dan Dzurriyah PP Lirboyo Kediri, kiai Arif Afifuddin saat sowan ke sesepuh NU Jawa Barat sekaligus Pengasuh PP Daarul Ma’arif, Margaasih Bandung, kiai Sofyan Yahya.

“NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakat harus bangkit dengan kemandiriannya, agar kuat. Dan, tidak bergantung pada pihak eksternal,” kata Gus Ayis -sapaan Arif Afifuddin- menirukan pesan kiai Sofyan, Kamis (23/4).

Sofyan sebagai mantan Ketua PWNU Jawa Barat masih mengikuti perkembangan NU terkini. Organisasi ini memiliki tanggung jawab besar kepada umat. Oleh karen itu, butuh kemandirian agar pengabdian lebih maksimal.

“Ketua Umum  PBNU harus dari kader pesantren. Dan, saatnya dzurriyah muassis NU tampil menjadi pimpinan tanfidziyah PBNU,” ujar Gus Ayis menirukan pesan Sofyan Yahya.

Sementara itu, Abdussalam Shohib mengatakan, kedatangan ke kediaman kiai Sofyan untuk meminta restu rencananya maju sebagai ketua umum PBNU. Dia menilai, kiai Sofyan memiliki pengalaman panjang di NU, sehingga bisa memberikan nasihat demi kemajuan organisasi.

“Ajengan Sofyan memberi penegasan bahwa NU adalah benteng akhlak dan moralitas dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Dan, harus tetap dijaga sampai kapanpun serta dalam kondisi apapun,” kata Gus Salam.

Cucu pendiri NU kiai Bishri Syansuri itu menyampaikan, Sofyan menitipkan pesan agar pemilihan ketua umum PBNU dijauhkan dari politik uang. Pemilihan harus dilandaskan kepada akhlak yang baik.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore