
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com-Masyarakat diminta lebih waspada terhadap maraknya informasi palsu (hoaks) yang beredar terkait penyaluran bantuan sosial (bansos). Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan bahwa seluruh bantuan tetap tersalurkan sesuai ketentuan.
Isu yang beredar menyebutkan adanya pemotongan nominal, pengalihan anggaran, hingga cara-cara tidak resmi untuk mendapatkan bantuan. Gus Ipul membantah keras narasi tersebut dan meminta masyarakat untuk lebih bijak menerima informasi.
Gus Ipul menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menghadapi penyebaran hoaks yang meresahkan. Kemensos terus memantau dan meluruskan informasi menyesatkan di media sosial.
"Banyak berita hoax di medsos. Menyesatkan masyarakat. Bisa masuk katagori penipuan. Kemensos akan terus menyisir dan meluruskan kabar tak bertanggung jawab tersebut. Salah satunya meneruskan ke aparat penegak hukum," ujar Gus Ipul, Sabtu (26/5).
Ia menambahkan bahwa pemerintah tetap konsisten menjaga hak masyarakat penerima manfaat tanpa ada pengurangan sedikit pun.
"Yang benar, bansos tidak akan dikurangi. Baik jumlah penerimanya maupun nominal yang harus diterima oleh masyarakat. Tidak ada pengalihan anggaran bansos untuk program lain," tegas Gus Ipul.
Cara Memastikan Informasi Bansos yang Valid

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
