
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menanggapi maraknya kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Tito menyinggung mekanisme pemilihan langsung dalam pilkada yang dinilai belum tentu menghasilkan pemimpin berkualitas.
“Jawab saya cuma satu, yang memilih siapa? Rakyat, iya kan,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/3).
Tito menyatakan, banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi memunculkan pertanyaan terkait sistem pilkada langsung. Ia menilai, mekanisme tersebut tidak sepenuhnya menjamin lahirnya pemimpin yang baik.
“Apakah ini ada hubungannya dengan mekanisme rekrutmen pilkada langsung? Ternyata tidak menjamin menghasilkan pemimpin yang bagus. Ada yang baik, ada juga yang bermasalah,” tegasnya.
Tito juga menyoroti faktor lain seperti kesejahteraan, moral hazard, dan integritas pejabat daerah. Namun, ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dilihat secara kasus per kasus.
“Masalah kesejahteraan, moral hazard, integritas, dan lainnya, tidak bisa dilihat hanya per kasus. Ini terjadi beberapa kali dalam waktu singkat, artinya ada problem yang sistematis dan mendasar,” ujarnya.
Ia menduga, salah satu akar persoalan terletak pada mekanisme rekrutmen kepala daerah yang selama ini digunakan. Menurutnya, sistem pilkada langsung memiliki sisi positif sekaligus kelemahan.
“Mereka semua adalah hasil dari pilkada langsung. Di satu sisi ada positifnya, tetapi juga ada negatifnya, seperti biaya politik yang mahal dan tidak menjamin yang terpilih adalah orang yang baik,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menambah daftar kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang terjaring OTT KPK. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, setelah terjaring OTT pada Jumat (10/4).
Sejauh ini KPK telah menjerat sejumlah kepala daerah dalam OTT selama 2026, di antaranya Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, serta Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022