
Arus Balik Ketapang Memuncak, ASDP Pastikan Penyeberangan Tetap Lancar
JawaPos.com - Kemacetan panjang kembali terjadi di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Antrean kendaraan dari jalur Situbondo menuju Pelabuhan Ketapang sempat mengular hingga sekitar 15 kilometer.
Anggota Komisi V DPR RI, Irine Roba, menyebut situasi ini membutuhkan langkah konkret dari pemerintah. Pasalnya, masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama.
"Masyarakat jadi pihak yang paling dirugikan. Waktu terbuang, tenaga terkuras, hingga biaya operasional meningkat tanpa kepastian kapan kondisi akan membaik," kata Irine Roba kepada wartawan, Jumat (3/4).
Ia menambahkan, kemacetan panjang juga berdampak luas, mulai dari pemborosan bahan bakar hingga gangguan terhadap distribusi logistik. "Kemacetan panjang berdampak pada pemborosan BBM, risiko kecelakaan akibat kelelahan, hingga terganggunya distribusi logistik yang berimbas pada ekonomi nasional," ujarnya.
Menurut Irine, akar permasalahan kemacetan berulang ini terletak pada keterbatasan jumlah dermaga di pelabuhan. "Jumlah kapal yang cukup banyak, bahkan dengan tambahan armada cadangan, tidak diimbangi dengan kapasitas dermaga untuk sandar serta bongkar muat secara cepat. Hal ini menyebabkan waktu sandar (port time) menjadi sangat lambat," jelasnya.
Ia pun mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. "Pemerintah, terutama Kementerian Perhubungan, perlu menjadikan masalah ini sebagai prioritas. Penambahan dermaga baru di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk menjadi solusi jangka menengah hingga panjang. Ini adalah prioritas utama, bukan hanya menambah kapal," tuturnya.
Selain itu, Irine juga menilai perlu adanya inovasi dalam penanganan masalah tersebut. "Penerapan sistem reservasi online berbasis slot waktu (booking system) yang terintegrasi penting dilakukan, sehingga arus kendaraan bisa dikendalikan dan disesuaikan dengan kapasitas kapal. Selain itu, optimalisasi buffer zone dan kantong parkir di sekitar pelabuhan juga perlu ditingkatkan," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
