
Ilustrasi pergantian cuaca (Pexel)
JawaPos.com - Iklim di Bumi ini memiliki siklus rutin dimana cuaca akan berganti sesuai dengan waktunya. Namun, pergantian iklim ini memiliki berbagai dampak yang sangat signifikan bagi para makhluk hidup.
Dua fenomena iklim yang memiliki dampak cukup signifikan bagi manusia adalah El Nino dan La Nina. Kedua hal itu terjadi karena adanya peningkatan atau penurunan suhu laut.
Dilansir dari BBC, kedua fenomena ini dapat berlangsung cukup lama, yaitu 9-12 bulan. Dan terjadi setiap 2-7 tahun.
El Nino
Dilansir dari BMKG, fenomena alam yang dinamai dengan bahasa Spanyol berarti "anak laki-laki" ini awalnya digunakan untuk menandai kondisi arus laut hanya tahunan di sepanjang pesisir Amerika Selatan.
Walaupun awalnya terjadi di region AS, fenomena ini terjadi hingga ke Samudera Pasifik bagian timur, hingga mencapai garis batas penanggalan internasional di Pasifik Tengah.
Dilansir dari National Ocean and Atmospheric Administration, fenomena El Nino ini dapat mempengaruhi cuaca kita pula.
Perairan yang hangat ini menyebabkan arus jet Pasifik bergerak lebih ke selatan dari posisi netralnya. Akibatnya, daerah-daerah di utara Amerika Serikat menjadi lebih kering dan hangat dari biasanya. Namun, pesisir teluknya dan area tenggara menjadi lebih basah hingga menyebabkan peningkatan resiko banjir.
Di Indonesia, El Nino menyebabkan penurunan curah hujan di seluruh wilayah Indonesia pada bulan Juni-Juli-Agustus (JJA) dan September-Oktober-November (SON).
Pada bulan Desember-Januari-Februari (DJF), El Nino mempengaruhi pada penurunan curah hujan di Indonesia bagian tengah dan timur. Sedangkan pada Maret-April-Mei (MAM) curah hujan sangat beragam di berbagai wilayah di Indonesia.
Fenomena ini dapat mempengaruhi pada menurunnya curah hujan di Indonesia, terutama pada periode JJA dan SON hingga >40%. Tapi, beberapa wilayah Indonesia dapat mengalami peningkatan di periode DJF dan MAM.
Akibatnya, kita dapat mengalami bencana seperti kekeringan dan kebakaran hutan. Hal ini dapat mempengaruhi pertanian hingga perekonomian kita.
La Nina
Berkebalikan dengan El Nino, La Nina (juga berarti "anak perempuan") dalam bahasa Spanyol) adalah fenomena dimana terjadi arus dingin di perairan Pasifik.
