
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho bersama Menhub Dudy Purwagandhi saat meninjau arus mudik. (Polri)
JawaPos.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho optimis arus mudik lebaran 2026 tetap lancar. Skema one way sepenggal yang telah diberlakukan diyakini bisa mengurai kepadatan lalu lintas.
Hal itu disampaikan Agus memantau pergerakan volume arus kendaraan di Command Center KM 29, Tol Jakarta-Cikampek. Ia memastikan perjalanan Mudik Lebaran 2026 berjalan dengan aman dan selamat.
Agus mengatakan, sinergi dengan stakeholder terus diupayakan dalam mewujudkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dan keamanan keselamatan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) selama perjalanan Mudik Lebaran.
"Operasi Ketupat ini bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, kami memang menyiapkan pengamanan arus mudik dan arus balik, tetapi yang paling penting adalah operasi Ketupat ini adalah Polri hadir menjamin situasi aman, baik di momentum sosial dan spiritual," kata Agus.
Berkaitan dengan rekayasa one way sepenggal tahap satu per 17 Maret 2026 yang sudah diterapkan, skema ini diharapkan mampu mengurai kepadatan dan memperlancar arus kendaraan dari Jakarta menuju wilayah Jawa, khususnya pada periode puncak arus mudik.
"One way sepenggal tahap pertama di lokasi one way nasional sudah kita berlakukan berdasarkan dari arahan Bapak Kapolri, arahan Pak Menhub dan diskusi dengan Dirut Jasa Marga," jelas Agus.
"Semoga dengan penerapan one way sepenggal tahap pertama di wilayah one way nasional ini dapat semakin memperlancar arus lalu lintas menuju Trans Jawa," sambungnya.
Melalui rekayasa lalu lintas ini, Polri berharap arus kendaraan bisa dikendalikan. Sehingga perjalanan masyarakat bisa lebih nyaman.
"Diharapkan dengan rekayasa lalu lintas ini dapat memperlancar arus kendaraan dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Semoga dengan penerapan one way sepenggal tahap pertama di wilayah one way nasional ini dapat semakin memperlancar arus lalu lintas menuju Trans Jawa," ungkapnya.
Selain itu, Kakorlantas menyebut kebijakan pemerintah terkait Work From Anywhere (WFA) serta Surat Keputusan Bersama (SKB) dinilai membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat sehingga tidak menumpuk pada satu waktu.
"Tentunya ini dengan kebijakan pemerintah yang tegas Work From Anywhere dan Surat Keputusan Bersama, termasuk juga tingkat kedisiplinan pengguna jalan, termasuk juga stakeholder-stakeholder yang ada di lapangan, pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu," pungkasnya.
Sebelumnya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberlakukan one way (Satu arah) sepenggal tahap pertama yang mulai berlaku pada 17 Maret 2026. Penerapan sistem satu arah sepenggal ini dimulai dari KM 70 Cikampek Utama (Cikatama), Jawa Barat hingga KM 263 Brebes Barat, Jawa Tengah.
