
Ilustrasi penyeberangan Feri Pelabuhan Merak menuju Bakauheni
JawaPos.com - Menjelang perayaan Idul Fitri, aktivitas perjalanan masyarakat di sejumlah daerah mulai meningkat.
Arus pemudik yang akan menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui lintasan Merak-Bakauheni juga mulai terlihat.
mengantisipasi hal itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan layanan agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi sejak awal untuk menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran.
“Kami melakukan berbagai persiapan, mulai dari penguatan operasional hingga optimalisasi fasilitas pelabuhan agar perjalanan masyarakat dapat berjalan tertib dan lancar,” ujar Heru.
Untuk mendukung kelancaran operasional selama Angkutan Lebaran, jumlah kapal yang dioperasikan disesuaikan dengan kondisi kepadatan arus penyeberangan, yakni sekitar 28 hingga 33 kapal dalam 24 jam.
Selain itu, perusahaan juga akan menerapkan pola operasional Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat proses pelayanan di pelabuhan.
Skema ini diharapkan dapat membuat pergerakan kapal lebih efisien serta mampu menampung tingginya mobilitas penumpang dan kendaraan.
Kesiapan tersebut juga diperkuat dengan peningkatan sejumlah fasilitas pelayanan di pelabuhan.
Beberapa di antaranya adalah layanan customer service yang beroperasi 24 jam, penambahan garbarata Express II di lintasan Merak–Bakauheni, penyediaan toilet portable tambahan, serta penguatan penerangan dan sistem kelistrikan di area pelabuhan.
ASDP juga menghadirkan shuttle bus listrik di kawasan Pelabuhan Merak dan Bakauheni untuk memudahkan mobilitas pengguna jasa, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Sementara itu, Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa perusahaan turut berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat konektivitas transportasi menuju pelabuhan.
Pada periode 13–16 Maret, disediakan 20 unit angkutan umum gratis yang melayani sejumlah rute penghubung.
