
Direktur Jaringan Gusdurian Alissa Wahid menjelaskan perspektif layanan haji ramah lansia dan perempuan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Selasa (20/1/2026). (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Inisiatif internasional yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membentuk Dewan Perdamaian atau Dewan Perdamaian mendapat sorotan cukup tajam di Tanah Air.
Pasalnya, inisiatif tersebut dinilai tidak benar-benar mau membantu fasilitasi terwujudnya perdamaian antara Israel dengan Palestina. Sebaliknya, inisiatif tersebut justru dinilai untuk melanggengkan imperialisme dan dominasi politik Amerika di dunia internasional.
Jaringan Gusdurian Indonesia secara tegas menolak Board of Peace bentukan Donald Trump karena dinilai sangat kental dengan kepentingan Amerika Serikat yang merupakan sekutu utama Israel.
Di sisi lain, Palestina sama sekali tidak dilibatkan dalam proses konsultasi sejak awal pembentukan Board of Peace dan tidak ada satu pun perwakilan Palestina yang duduk di dalam dewan tersebut. Inisiatif Donald Trump juga dinilai dapat melemahkan lembaga resmi internasional seperti PBB, dan berpotensi menghasilkan keputusan yang tidak transparan.
“Menolak Board of Peace yang digagas oleh Presiden Donald Trump karena hal itu nyata-nyata bukan jalan menuju kemerdekaan bangsa Palestina dan merupakan upaya dominasi politik imperial dengan bungkus perdamaian,” tegas Alissa Wahid, Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, dalam keterangannya.
Gusdurian juga menyoroti keikutsertaan Indonesia dalam inisiatif Board of Peace bentukan Donald Trump. Bagi jaringan yang anggotanya adalah para pecinta mendiang Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, keterlibatan Indonesia melanggar amanah konstitusi sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD tentang kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di muka bumi harus dihapuskan.
Gusdurian mendesak Pemerintah Indonesia untuk menarik diri dari keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian Donald Trump karena dianggap bertentangan dengan amanah konstitusi untuk melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan sosial.
“Meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan mekanisme PBB yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak kepada rakyat Palestina melalui Dewan HAM PBB atau mekanisme hukum internasional lainnya,” ungkap Alissa Wahid.
Selain itu, Gusdurian juga mendorong kelompok-kelompok masyarakat sipil lain untuk ikut mencermati, mengontrol, dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sejalan dengan amanat konstitusi.
“Menyerukan kepada seluruh warga Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada perjuangan bangsa Palestina dan melawan genosida yang dilakukan Israel,” tandas Alissa Wahid.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022