
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kerap menggali kisah hidup para korban yang viral di media sosial. Salah satu yang terbaru adalah cerita hidup pedagang es kue, Sudrajat, yang viral usai difitnah dan diintimidasi oknum aparat kepolisian dan TNI beberapa waktu lalu. Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) AB. Widyanta menyebut itu sebagai ekonomi perhatian.
Widyanta menerangkan, ekonomi perhatian menunjukkan bagaimana penderitaan personal di media sosial kerap berubah menjadi komoditas, di mana emosi publik menjadi sumber utama nilai dan perputaran bantuan.
Dalam dinamika media sosial, penderitaan yang terus-menerus ditampilkan secara dramatis cenderung memicu respons emosional yang kuat dari publik. Kisah yang dikemas mengharu biru membuat orang merasa iba, tersentuh, bahkan perih, sehingga perhatian publik tersedot dalam skala besar.
“Jadi semakin penderitaan itu dinampakkan di dalam dunia sosial media, itu nampak begitu mengharu biru, membuat orang iba. Atensinya menyedot emosi publik yang besar sekali, dan persis di situlah orang mendonasikan,” ujar Widyanta saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (30/1).
Setelah itu, aliran bantuan dari warganet pun berdatangan secara masif. Banyak orang terdorong untuk membantu karena dorongan moral dan empati spontan. Namun, kasus serupa ternyata bukan hal baru dan telah berulang kali terjadi dalam berbagai konteks di ruang digital.
Masalahnya, penderitaan yang diperdalam dan ditampilkan terus-menerus tidak selalu berhenti pada solidaritas semata. Dalam perspektif pendidikan sosial dan kritik media, kondisi ini justru berpotensi menjadi bentuk eksploitasi emosi publik.
“Penderitaan yang diperdalam terus-menerus itu sebetulnya bagian dari mengeksploitasi simpati atau emosi publik. Setelah simpati muncul dan donasi mengalir, yang terjadi adalah penumpukan yang luar biasa,” tutur Widyanta.
Fenomena ini menunjukkan adanya aspek komodifikasi penderitaan, di mana kisah duka tidak lagi sekadar pengalaman personal, melainkan alat untuk meraih capaian berupa atensi ekonomi. Dalam konteks inilah ekonomi perhatian bekerja secara nyata di era digital.
Logika ekonomi perhatian (attention economy) memandang perhatian manusia yang terbatas sebagai komoditas langka di tengah banjir informasi. Platform digital kemudian memonetisasi perhatian tersebut melalui iklan dan algoritma yang dirancang untuk memaksimalkan keterlibatan, seperti jumlah tayangan, suka, dan bagikan.
Akibatnya, konten yang viral—terutama yang memicu emosi kuat—menjadi lebih bernilai dibandingkan konten yang substansial. Dalam dunia sosial media yang demikian, kisah penderitaan kerap terjebak dalam siklus tontonan, simpati, dan atensi, yang pada akhirnya membentuk wajah baru dinamika sosial di era digital.
KDM Murka Dibohongi Sudrajat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menggebrak meja dan marah kepada pedagang es kue, Sudrajat, yang viral usai difitnah dan diintimidasi oknum aparat kepolisian dan TNI karena dituding menjual es berbahan spons. Kemarahan KDM ditengarai karena Suderajat berbohong dalam sejumlah penyataannya.
Terbaru adalah terkait dengan tempat tinggalnya yang sebelumnya ia akui masih mengontrak, padahal memiliki rumah sendiri. Ia juga bahkan pernah menerima bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Fakta ini memicu kemarahan KDM yang langsung menggebrak meja dan mempertanyakan kebohongan yang berulang dari Suderajat.
Peristiwa itu terjadi saat KDM menggali kebenaran status tempat tinggal Suderajat melalui pertemuan langsung dengan Ketua RW Suderajat. Ia menyatakan bahwa rumah yang ditempati Suderajat adalah rumah sendiri, bukan kontrakan seperti yang selama ini disampaikan.
“Rumah sendiri, Pak. Tanahnya juga tanah sendiri,” ujar Ketua RW Sudrajat di hadapan KDM, dikutip dari kanal YouTube-nya, Jumat (30/1).

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
