
Ilustrasi bayi. (Pixabay)
JawaPos.com - Warga di sekitar aliran Kali BCT atau Cengkareng Drain, Jakarta Barat, dikejutkan dengan penemuan mayat bayi yang mengambang di antara tumpukan sampah pada Rabu (21/1) pagi.
Jasad bayi tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan sudah mulai membusuk saat proses evakuasi berlangsung. Sekitar pukul 10.45 WIB, petugas gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD tampak bahu-membahu mengevakuasi jenazah dari aliran sungai yang dipenuhi sampah.
Penemuan memilukan ini pertama kali diketahui oleh Undih Noviana, petugas PJLP Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air, saat ia sedang membersihkan area sekatan kali sekitar pukul 06.00 WIB.
Awalnya, Undih tidak menyadari bahwa benda yang tersangkut di antara tumpukan sampah tersebut adalah jasad manusia. Ia sempat mengira itu hanyalah mainan bekas yang dibuang warga.
"Saya pertama kali menemukan, saya mau ngebersihin sampah, pagi sekitar jam enam," kata Undih, Rabu (21/1).
Kecurigaan Undih muncul saat ia mendekati benda tersebut. Ia merasa ada yang tidak beres dengan 'boneka' yang ia lihat dari kejauhan.
"Saya lihat itu dikira boneka, tapi agak curiga juga," ucap dia.
Rasa terkejut Undih memuncak saat ia melihat lebih dekat. Ternyata, benda tersebut dikerubungi serangga dan sudah mengeluarkan bau yang sangat menyengat.
"Pas saya (perhatikan), taunya mayat anak kecil. Tuh ada lalernya, ada belatungnya," ujarnya.
Undih menjelaskan bahwa kondisi fisik bayi malang tersebut sudah sangat memprihatinkan. Kulitnya sudah berubah warna dan diduga sudah berada di air dalam waktu yang cukup lama.
"Kondisinya sudah agak membusuk. (Kulitnya) sudah putih, pucat," ungkapnya.
Undih menduga bayi tersebut bukan bayi yang baru lahir, melainkan sudah berusia beberapa minggu.
"Di badannya sendiri sih, ya kurasa itu anak bayi sih. Udah umur sebulanan kayaknya," jelas Undih.
Setelah memastikan temuan tersebut, Undih segera melapor kepada atasannya untuk diteruskan ke pihak kepolisian. Tak lama kemudian, Tim Inafis Polres Metro Jakarta Barat tiba untuk melakukan identifikasi awal.
"Saya langsung koordinasi sama komandan saya, Korlap saya," tutur Undih.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
