Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan orasi usai menerima penghargaan 10 Nopember dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa (11/11/2025). (Istimewa)
JawaPos.com - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan dunia internasional agar tidak mengabaikan pelajaran sejarah, menyusul semakin menguatnya tanda-tanda yang dinilainya mirip dengan situasi menjelang Perang Dunia Pertama dan Kedua.
Menurut SBY, jika pola-pola berbahaya ini terus dibiarkan, dunia berpotensi kembali terseret ke konflik besar berskala global.
SBY mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir ia secara intens mengikuti dinamika geopolitik dunia, terutama eskalasi ketegangan yang semakin terasa dalam beberapa bulan terakhir.
Berbekal pengalaman panjang dalam mendalami isu geopolitik, perdamaian, keamanan internasional, serta sejarah peperangan lintas abad, ia mengaku menyimpan kekhawatiran mendalam.
“
Situasi global hari ini memiliki banyak kesamaan dengan kondisi dunia sebelum pecahnya Perang Dunia I dan Perang Dunia II,” kata SBY melalui tulisan panjang di akun X pribadinya.
Ia menilai kemiripan itu bukan sekadar asumsi, melainkan terlihat dari sejumlah indikator nyata yang kini kembali muncul.
SBY memaparkan, sejarah mencatat bahwa menjelang perang besar selalu didahului oleh kemunculan pemimpin-pemimpin kuat dengan kecenderungan agresif, pembentukan blok-blok persekutuan negara yang saling berhadap-hadapan, serta perlombaan pembangunan kekuatan militer secara masif.
Pola tersebut, menurutnya, kini kembali terlihat di berbagai kawasan dunia.
Tak hanya aspek militer, SBY juga menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik yang disertai persiapan ekonomi dan industri pertahanan.
Kondisi ini mengingatkannya pada fase-fase kritis sebelum dunia terjerumus ke konflik global di abad ke-20. Ironisnya, ia menilai kesadaran kolektif untuk mencegah perang sering kali datang terlambat, meski tanda-tandanya sudah jelas.
“Sejarah juga mengajarkan bahwa tanda-tanda perang besar sebenarnya sudah terlihat jauh hari. Namun, langkah nyata untuk mencegahnya kerap tidak dilakukan,” ujarnya.
Dalam refleksinya, SBY mempertanyakan apakah bangsa-bangsa di dunia saat ini benar-benar tidak peduli, tidak berdaya, atau justru tidak mampu menghentikan laju eskalasi konflik. Ia mengingatkan, sikap membiarkan keadaan berjalan tanpa intervensi serius justru dapat mempercepat terjadinya bencana global.
SBY juga menekankan bahwa ancaman konflik besar di era modern tidak lagi terbatas pada perang konvensional. Ia mengutip berbagai studi yang memperkirakan bahwa jika perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir, dampaknya akan bersifat total.
Korban jiwa disebut bisa mencapai lebih dari 5 miliar manusia, disertai kehancuran peradaban dan hilangnya harapan umat manusia.
Meski demikian, SBY menegaskan bahwa sejarah tidak harus terulang. Menurutnya, masih ada waktu, meskipun semakin sempit, untuk mencegah dunia terjerumus ke konflik besar. Ia menilai upaya pencegahan membutuhkan lebih dari sekadar doa atau pernyataan moral, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata oleh para pemimpin dunia.
Mengutip pemikiran Edmund Burke dan Albert Einstein, SBY mengingatkan bahwa kehancuran dunia sering kali bukan hanya disebabkan oleh tindakan orang-orang jahat, melainkan karena orang-orang baik memilih untuk diam. Dalam konteks global saat ini, ia menilai sikap pasif menjadi salah satu ancaman terbesar bagi perdamaian dunia.
Sebagai langkah konkret, SBY mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil peran lebih aktif, termasuk menginisiasi Sidang Umum Darurat PBB. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi para pemimpin dunia untuk belajar dari sejarah dan menyepakati langkah-langkah nyata guna mencegah krisis global berskala besar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022