
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan progres pembangunan jembatan bailey sebagai jemabatan sementara di lokasi terdampak bencana, Jumat (19/12). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah penanggulangan bencana alam di Sumatera, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkap ada upaya sabotase jembatan bailey yang dibangun oleh para prajurit TNI AD. Menurut dia, tindakan itu sangat jahat dan berpotensi mengancam keselamatan nyawa korban terdampak bencana alam.
Kepada awak media, Maruli menyatakan bahwa kemarin pagi (28/12), pihaknya menemukan beberapa baut di jembatan bailey sudah lepas. Menurut dia, baut itu sengaja dilepas oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Sebab, para prajurit sudah bersusah payah membangun jembatan bailey untuk memulihkan jalur darat yang sempat terputus, namun upaya itu malah dirusak.
"Baut yang lepas baru ketahuan kemarin pagi, (kemungkinan sengaja) dilakukan pada malam hari," kata Maruli.
Orang nomor satu di TNI AD itu mengakui bahwa dirinya sudah mendapatkan peringatan agar hati-hati terhadap kemungkinan sabotase. Peringatan itu juga sudah diteruskan kepada jajarannya di lapangan. Namun, para prajurit tidak menyangka ada yang akan berbuat tega. Sebab, jembatan bailey itu dibangun untuk menolong korban terdampak bencana alam.
"Dalam kondisi kompak pun masih ada orang yang berusaha menyabotase jembatan bailey kita, 2 hari yang lalu dibongkar baut-bautnya. Kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini, terus terang saja," sesalnya.
Maruli menyatakan bahwa dirinya sampai tidak bisa tidur semalaman. Sebab, informasi itu sangat menyakitkan. Walau belum diketahui pelaku yang berada di balik sabotase itu, Maruli menduga baut-baut jembatan bailey tersebut sengaja dilepas. Jika ada korban, pemerintah kembali disalahkan atas kelalaian dalam penanggulangan bencana.
"Jadi, dalam kondisi begini pun masih ada kelompok-kelompok orang yang mau bisa dikatakan arahnya kepada pemerintah, mengorbankan masyarakat, masyarakat yang sedang jadi korban bencana pun mau dikorbankan. Jadi, saya semalam tidak bisa tidur memikirkan ini, karena saya pikir orang sebiadab ini luar biasa," kata dia.
Menurut mantan panglima Kostrad tersebut, hal itu tidak boleh dibiarkan. Sebab, melepas baut jembatan bailey dapat berakibat fatal. Korban bencana alam yang sedang susah bisa tambah susah. Bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi korban bila baut-baut itu tidak segera ditemukan dan dipasang kembali sebagaimana mestinya.
"Bukan hanya dilonggarkan, dilepas. Jadi, memang niatnya sudah luar biasa. Nanti kami akan telusuri sampai sejauh mana. Namun saya pikir kita lebih baik fokus saja bagaimana pekerjaan kita ini bisa melayani masyarakat dan bisa dijaga supaya betul-betul bisa aman untuk masyarakat," tandasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
