Habib Rizieq Shihab menyampaikan sambutan saat mengikuti reuni 212 di Silang Monas, Jakarta, Senin (2/12/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Rizieq Shihab menyampaikan pandangannya terkait penanganan bencana di wilayah Sumatera. Ia meyakini, Presiden Prabowo Subianto sejatinya memiliki perhatian besar terhadap bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia mengaku berhusnuzan atau berbaik sangka bahwa Presiden Prabowo mendukung penetapan status bencana nasional agar penanganan bisa dilakukan secara lebih maksimal dan terkoordinasi.
"Saya berhusnuzan Saudara, Bapak Presiden itu Saudara, punya perhatian besar terhadap bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dan saya yakin beliau setuju ini dinyatakan sebagai bencana nasional," kata Rizieq Shihab dalam ceramahnya dihadapan para jamaah, dikutip Jumat (26/12).
Namun demikian, lanjut Rizieq, terdapat pihak-pihak di sekitar Presiden Prabowo yang justru tidak menginginkan status bencana nasional tersebut ditetapkan. Ia menilai, pengaruh dari orang-orang terdekat itulah yang menjadi persoalan utama.
"Tapi yang jadi persoalan, ada pembisik-pembisik manusia di sekitar dia yang memengaruhi Presiden, saudara, supaya jangan dinyatakan sebagai bencana nasional, Saudara," bebernya.
Rizieq kemudian menjelaskan alasan keyakinannya terhadap sikap Prabowo. Ia merujuk pada peristiwa bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau pada 2015 silam.
Ia mengingatkan, pada saat itu Prabowo belum menjabat sebagai Presiden, sementara Indonesia dilanda karhutla hebat yang menghanguskan ribuan hektare lahan di Riau. "Saya yakin karena di bulan Oktober tahun 2015, ketika itu Prabowo belum jadi Presiden, saudara. Di 2015, waktu itu terjadi bencana di Riau, bencana Karhutla, kebakaran hutan dan lahan, saudara. Ribuan hektar terbakar, Saudara," ungkapnya.
Rizieq menyebut, kala itu pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dinilai lambat dalam merespons bencana. Situasi tersebut kemudian mendorong Prabowo menyampaikan pandangannya secara terbuka melalui akun media sosial miliknya.
"Yang saat itu Presidennya Jokowi, Presiden lambat, saudara. Kerjanya nggak cepat, saudara. Akhirnya apa? Prabowo menulis di akunnya, saudara. Beliau tulis sendiri di akunnya, Saudara," tuturnya.
Ia menegaskan, dalam unggahan tersebut Prabowo secara tegas meminta agar bencana karhutla segera ditetapkan sebagai bencana nasional demi mempercepat bantuan, termasuk dari luar negeri.
"Apa beliau (Prabowo) katakan? 'Ini harus segera dinyatakan sebagai bencana nasional, agar bantuan dari luar negeri segera datang. Jangan kita tunda-tunda, ini berbahaya'" pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
