
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Dahsyatnya bencana banjir bandang hingga tanah longsor di Pulau Sumatera begitu membekas bagi anak-anak di sana. Bahkan, beberapa dari mereka mengalami trauma yang harus menjadi perhatian.
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, menjelaskan, trauma yang dialami anak-anak di daerah terdampak bencana begitu beragam, ada anak yang seringkali menyendiri bahkan terdapat pula anak-anak yang mogok makan.
“Sesuai dengan daya tahan mereka. Ada yang menyendiri saja, kemudian dia jadi nggak mau makan, nggak mau minum, gangguan tidur, itu berbeda-beda tentu saja, tergantung usia dan juga kematangan mereka,” kata dr. Piprim saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (22/12).
dr. Piprim menekankan, dengan ini penting bagi para dokter anak untuk bekerjasama dengan psikolog ataupun psikiater anak. Hal ini demi mengatasi trauma jangka pendek atapun masa post-traumatik yang dialami anak-anak di sana.
Baca Juga: Pantau Jasa Marga Toll Road, Kapolri Soroti Rekayasa Lalin dan Pemantauan Jalur Tol Se-Indonesia
“Karena kan pada anak itu membekas, suatu trauma itu bisa membekas panjang dan mungkin butuh intervensi yang jangka panjang pada anak-anak seperti ini,” jelasnya.
Dia menceritakan, dokter-dokter di sana pun tampak kreatif untuk menanggalkan trauma pada anak, diantaranya dengan mengajak bermain, membuat burung-burungan dari kertas, hingga membawa topi superhero.
Hanya saja, tingkat penyembuhannya akan kembali ke kondisi anak-anak. Bagi mereka yang sisi psikologisnya cukup matang, maka akan sembuh dengan cepat. Sebaliknya, jika psikologis anak belum matang maka akan mendapatkan trauma yang lebih mendalam.
“Jadi saya kira, selain aspek kesehatan fisiknya, kesehatan mental, seperti ngajak main anak di bencana, mungkin kita juga bisa mengenalkan konsep-konsep bagaimana bersabar terhadap bencana, mudah-mudahan ada hikmahnya dan sebagainya, dan juga semerasakannya,” tukas dia.
“Tadi kita lihat bagaimana anak-anak yang terkena bencana, saya pernah lihat itu di medsos ya, Dek apa yang kamu butuhkan? Saya butuhnya Al-Quran katanya. Adik-adik ini bukannya mainan yang dia mau, tapi dia minta dikirim Al-Qur’an. Ini kan menunjukkan kematangan anak memang berbeda-beda,” tutupnya.
Sebagai informasi, terhitung pada 20 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa akibat banjir di Sumatera mencapai 1.090 jiwa.
Jumlah korban meninggal dunia terbanyak berasal dari Aceh dengan total 472 orang. Selanjutnya Sumatera Utara (Sumut) dengan korban jiwa mencapai 370 orang dan Sumatera Barat (Sumbar) yang menyentuh angka 248 orang.
Hingga kini, 186 orang dilaporkan masih hilang yang terdiri dari 32 orang di Aceh, 72 orang di Sumatera Utara, dan 82 orang di Sumatera Barat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022