
Ilustrasi cuaca ekstrem di Jawa Timur. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com - Potensi terjadinya bencana alam selama Operasi Lilin berlangsung pada 20 Desember 2025-Januari 2026 turut menjadi atensi Polri. Menurut Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bagian dari langkah antisipasi terjadinya bencana.
Informasi tersebut disampaikan oleh Dedi usai hadir dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral pada Senin (15/12). Menurut orang nomor dua di Korps Bhayangkara tersebut, potensi terjadinya bencana menjadi atensi agar semua pihak bisa melaksanakan mitigasi. Sehingga apabila benar-benar terjadi dampak bencana alam dapat diminimalisir.
”Prediksi dari BMKG curah hujan di tanggal 29 sampai tanggal 10 Januari itu mengalami peningkatan cukup ekstrim. Baik di Jawa, kemudian Lampung, Jambi kemudian Bali, NTT dan NTB. Itu perlu kita antisipasi juga,” ungkap dia saat diwawancarai oleh awak media.
Karena itu, Mabes Polri sudah berkoordinasi dan meminta seluruh polda dan jajaran polres untuk bekerja keras. Satuan-satuan kewilayahan itu diminta untuk bekerja sama dengan masing-masing pemerintah daerah untuk mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung, personel, dan peralatan yang dapat digunakan untuk berhadapan dengan situasi darurat.
"Operasi Lilin bukan semata pengamanan lalu lintas. Ini adalah layanan Polri untuk menjaga kenyamanan sosial dan spiritual masyarakat, agar umat dapat beribadah dengan khusyuk dan merayakan Natal serta Tahun Baru dengan rasa aman dan damai,” kata Dedi.
Berdasar survei yang sudah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), potensi pergerakan masyarakat selama libur Nataru mencapai angka 119,5 juta orang. Angka itu naik 7,9 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025, sedangkan puncak arus balik pada 28 Desember 2025 dan 4 Januari 2026.
Polri bersama seluruh stakeholder melaksanakan Operasi Lilin 2025 selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025-2 Januari 2026. Operasi tersebut melibatkan 146.701 personel gabungan, 2.903 pos pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu untuk mengamankan 44.226 objek strategis. Mulai gereja, terminal, bandara, pelabuhan, pusat perbelanjaan, sampai lokasi perayaan tahun baru.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022