
ANTUSIAS: Para nelayan semangat mengikuti pelatihan membuat apartemen kepiting. (Foto: PTPI untuk JawaPos.com)
JawaPos.com - PT Freeport Indonesia membekali para nelayan di Manyar Komplek pelatihan membuat apartemen kepiting. Tujuannya, agar kepiting hasil tangkapan yang berukuran kecil dilakukan penggemukan untuk meningkatkan nilai jual.
Sekitar 30 nelayan dari Desa Manyarsidomukti, Manyarrejo, dan Manyarsidorukun berlatih merangkai apartemen itu pada Kamis (4/12). Mereka menggunakan bahan kayu sebagai penyangga dan jerigen sebagai rumah kepiting.
Sobirin, Ketua Paguyuban Nelayan Manyar Komplek mengatakan bahwa hasil kepiting dalam semalam tidak tentu. Kadang Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Apalagi saat musim penghujan, kepiting yang didapat bakal menurun.
’’Sebetulnya tangkapannya banyak, tapi ukurannya kecil. Jadi harus dilepas karena tak laku dijual,” ucapnya.
Karena itu, lelaki 55 tahun tersebut cukup semangat mengikuti pelatihan membuat apartemen kepiting. ’’Nanti semua tangkapan baik besar kecil tetap bisa dibawa pulang. Kalau besar dijual, kalau kecil digemukkan,” katanya.
Baca Juga: Gandeng KNVB, PTFI dan PSSI Berupaya Tingkatkan Kualitas Pelatih dan Siswa Papua Football Academy
Pria yang sudah melaut sejak usia 12 tahun itu menyampaikan bahwa harga kepiting ukuran 200 gram sekitar Rp 40 ribu. Sedangkan jika ukurannya lebih besar harganya mencapai Rp 70 ribu. ’’Kepiting yang besar-besar biasanya diekspor,” ujarnya.
Saat ini hasil tangkapan nelayan juga menurun. Sekitar lima tahun lalu, dalam semalam melaut bisa menghasilkan Rp 1 juta dari menjual kepiting. Tapi sekarang Rp 200 ribu sudah bagus. ’’Dengan apartemen kepiting ini semoga bisa menaikkan nilai ekonomis dari hasil tangkapan,” katanya.
Ihsanur Munir, nelayan lain juga berharap setelah dilakukan penggemukan secara mandiri oleh nelayan, penjualan kepiting hasil tangkapan bisa naik harga jualnya. ’’Kalau kepiting yang kurus itu harganya setengah harga pasaran. Jadi ya rugi,” ujarnya.
Apartemen kepiting itu pun tidak harus ditempatkan di area tambak atau lahan bakau, bisa di rumah masing-masing nelayan. Tinggal para nelayan memberikan makan dan melakukan perawatan.
BERKELANJUTAN: Apartemen kepiting tidak harus ditempatkan di area tambak atau lahan bakau. Nelayan bisa menempatkan di rumah masingmasing. (Foto: PTFI untuk JawaPos.com)
Eko, salah seorang pemateri pembuatan apartemen kepiting, mengatakan bahwa terdapat beragam cara menggemukan kepiting. Salah satu yang biaya produksinya murah adalah apartemen berbahan jerigen. ’’Alat sebagai rumahnya bisa dari apa saja yang berbahan plastik. Misalnya galon bekas. Dengan penggemukan lewat apartemen ini dapat meningkatkan nilai jual yang menguntungkan nelayan,” jelasnya.
Vice President External Affairs Smelter PTFI Erika Silva mengatakan bahwa PT Freeport Indonesia sudah melakukan pelatihan kepada nelayan dan petambak di lingkungan perusahaan. Pertama, pelatihan penggunaan kultur probiotik sebagai alternatif pupuk untuk tambak agar budidaya bandeng efektif. Pelatihan itu menyasar petambak di Desa Banyuwangi, Karangrejo dan Bedanten.
Kedua, pelatihan pembuatan alat tangkap ramah lingkungan dengan sasaran nelayan Desa Tanjungwidoro, Watuagung, dan Kramat. Ketiga, pelatihan pembuatan apartemen kepiting di Manyar Komplek
’’Pelatihan-pelatihan ini agar nelayan dan petambak mengembangkan profesinya. Dengan tujuan akhir meningkatkan ekonomi mereka. Kegiatan yang dilakukan PTFI tidak hanya seremonial namun berkelanjutan dalam mendampingi masyarakat di lingkungan perusahaan,” pungkasnya. (son/xav).

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
