Sebanyak 187 Pendaki Gunung Semeru berhasil turun dengan selamat setelah sempat terjebak di kawasan Ranu Kumbolo karena erupsi, Kamis (20/11). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com-Sebanyak 187 pendaki Gunung Semeru berhasil turun ke Pos Perijinan dengan selamat, Kamis (20/11), setelah sempat terjebak di kawasan Ranu Kumbolo karena erupsi pada Rabu sore (19/11).
“Setelah dilakukan pendataan ulang oleh petugas TNBTS, seluruh pendaki telah turun dari Ranu Kumbolo dalam kondisi sehat dan aman," tutur Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit.
Para pendaki tiba secara bertahap sejak pukul 12.14 WIB. Tim SAR gabungan bersama tim Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memantau jalur pendakian setelah aktivitas vulkanik gunung Semeru meningkat.
Selain memastikan para pendaki turun dengan aman, Tim SAR gabungan juga bergerak ke wilayah yang terdampak erupsi gunung Semeru, khususnya di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
“Tidak ada korban jiwa di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, sebab sebelumnya seluruh warga telah melakukan evakuasi secara mandiri ke beberapa lokasi pengungsian,” sambungnya.
Namun, hingga Kamis malam (20/11), sebanyak tiga orang dilaporkan mengalami luka bakar akibat terkena material vulkanik Gunung Semeru. Mereka adalah Normawati (42), Hariyono (49), dan Dimas (50).
Normawati dan Haryono merupakan pasangan suami istri asal Kabupaten Kediri. Mereka terkena material panas saat melintas di sekitar Gladak Perak. Kini, keduanya dirawat intensif di RSUD Haryoto.
Sementara Dimas adalah warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang. Ia terjebak di dalam rumah dan terkena banjir lahar Gunung Semeru. Dimas kini dirawat di RSUD Pasirian karena luka bakar grade 1.
Kronologi Singkat
Terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.
Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.
BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan ada dua kecamatan yang terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Data sementara, sebanyak 956 warga mengungsi. Pendataan masih berlangsung.
Para pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman, SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro. (*)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
