WhatsApp kerap jadi tempat penipu dan penjahat siber beraksi mencari korban. (Cyber Wardens)
JawaPos.com-Para penipu online terus menemukan cara baru untuk menjerat korban melalui pesan singkat dan aplikasi percakapan.
Modusnya pun semakin canggih, mulai dari pencurian data pribadi, penawaran kerja palsu, hingga investasi bodong.
Melihat tren ini, WhatsApp bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Perdagangan (Kemendag) serta Direktorat Tindak Pidana Siber Polri meluncurkan kampanye edukasi publik guna membantu masyarakat mengenali berbagai bentuk penipuan online yang kian marak.
Kampanye yang digelar di halaman Facebook Indonesia ini mengusung pesan sederhana namun penting: 'Berhenti sejenak dan bertanya, apakah ini resmi?', sebuah ajakan agar pengguna lebih waspada sebelum membagikan informasi pribadi atau mengambil tindakan atas pesan yang diterima.
Pengambilalihan Akun (Account Takeover)
Modus ini sering kali berawal dari pesan berisi tautan mencurigakan atau permintaan kode verifikasi. Jika korban lengah, akun WhatsApp bisa diambil alih dan digunakan untuk menipu orang lain.
Untuk mencegahnya, aktifkan Verifikasi Dua Langkah dengan PIN enam digit, jangan pernah membagikan kode pendaftaran, serta periksa secara berkala perangkat yang terhubung untuk memastikan tidak ada akses tidak dikenal.
Lowongan Kerja Palsu
Penawaran kerja dengan gaji besar untuk pekerjaan ringan sering kali menjadi umpan bagi pelaku penipuan. Biasanya, korban diminta mentransfer sejumlah uang sebagai 'biaya administrasi'.
Jika menerima tawaran seperti ini, abaikan panggilan dari nomor tak dikenal, blokir dan laporkan kontak mencurigakan, serta pastikan nomor yang menghubungi berasal dari negara yang benar sebelum menanggapi.
Peniruan Identitas (Impersonation)
Penipu kerap berpura-pura menjadi teman, keluarga, atau bahkan akun resmi instansi untuk mencuri kepercayaan korban.
Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan membatasi siapa yang dapat menambahkan Anda ke grup, mengatur privasi foto profil, serta memeriksa kartu konteks akun sebelum berinteraksi. Jika mencurigakan, blokir atau laporkan kontak tersebut.
Penipuan Investasi

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
