
Siswa kelas 10 G SMA Negeri 10 Surabaya, Diode Faiza Akbar, tampak menikmati MBG meski tak doyan nasi. (Novia Herawati/ JawaPos.com).
JawaPos.com - Siapa bilang menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah selalu itu-itu saja dan membosankan? Di SMA Negeri 10 Surabaya, justru sebaliknya. Menu yang dibagikan kepada siswa kini jauh lebih variatif.
Mulai dari burger, mie ayam, hingga spaghetti, semua diolah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonocolo. Variasi menu kekinian ini membuat siswa semangat dan melahap makanannya tanpa sisa.
"Dulu awal-awal ada MBG, menu yang disalurkan SPPG Wonocolo itu kurang diminati anak-anak. Banyak yang protes menu yang disajikan tidak variatif dan itu-itu saja," tutur PIC MBG di SMAN 10 Surabaya, Laily Eka Pradina, Rabu (29/10).
Tak tinggal diam, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan dapur SPPG Wonocolo. Evaluasi dilakukan untuk membuat siswa-siswi doyan makan, tetapi tetap memenuhi standar gizi yang ditentukan.
"Akhirnya mulai ada perubahan. Anak-anak ini juga kreatif sekali, mereka menyelipkan secarik kertas berisi request menu makan yang ingin dimakan kedalam ompreng MBG," imbuh guru Biologi berusia 27 tahun tersebut.
Kertas-kertas kecil itu diterima petugas dapur SPPG Wonocolo. Beberapa permintaan menu bahkan sudah dikabulkan, seperti mie ayam, rawon, hingga burger. Kini, siswa SMAN 10 makin antusias untuk menyantap MBG.
"Pernah dapat mie ayam, katanya anak-anak itu enak. Terus burger juga enak, ayam geprek. Pokoknya kalau menu-menu kekinian itu anak-anak pasti doyan dan habis. Menu berkuah, seperti sup, sayur juga favorit," ungkap Laily.
SiswI kelas 10 G SMA Negeri 10 Surabaya, Khansa Gaisani sedang menikmati MBG. Menu favoritnya adalah ayam katsu. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
Ia mengatakan bahwa SMA Negeri 10 Surabaya dan SPPG Wonocolo ingin mengenakan berbagai menu makan ke siswa. Mulai dari menu rumahan hingga western. Dengan catatan, tetap memenuhi standar gizi.
"Kami tetap memperhatikan standar gizi yang ada, karena kalau memenuhi keinginan anak-anak ini sukanya yang fast food, jadi kita dituntut kreatif juga, misalnya menu MBG-nya makanan kekinian itu diseimbangkan dengan buah segar, susu, begitu sih," ujarnya.
Salah satu siswa SMA Negeri 10 Surabaya, Muhammad Zidane Al Fachry mengaku senang dengan adanya program Makan Bergizi Gratis. Menu yang paling dinanti, tentu saja menu-menu kekinian, seperti spaghetti.
"Saya senang ada MBG karena menunya enak-enak. Paling gong menurut saya sih kaya burger, ayam geprek, spaghetti. Menu berkuah seperti sup juga saya dan teman-teman suka, selalu habis," tutur siswa kelas XII I itu.
Sebelum ada program MBG, Zidane mengaku sering ditegur orang tua karena boros, uang sakunya tak pernah sisa. Padahal uang tersebut digunakan Zidane untuk membeli makanan di kantin sekolah.
"Dulu uang jajan selalu habis, orang tua bilang aku tuh boros-boros. Kalau sekarang bisa berhemat, bahkan uang saku kadang sisa Rp 10 - 14 ribu. Semoga MBG ini ada terus, menunya semakin enak, cuma tetap bergizi," imbuh siswa berusia 17 tahun itu.
Siswa Kelas XI D SMA Negeri 10 Surabaya, Octa Saflalia Rafiana juga menyampaikan hal serupa. Ia mengaku suka dengan menu-menu Makan Bergizi Gratis di sekolahnya. Menu favorit Okta adalah ayam goreng krispi.
