
Guru dan siswa SMA Negeri 10 Surabaya beserta tim distribusi Program MBG menyiapkan menu makan siang yang siap disantap siswa siswi. (Novia Herawati/JawaPos.com).
JawaPos.com - Jarum jam di dinding menunjukkan pukul 11.25 WIB. Tepat saat itu, kring...kring....kring, bel berbunyi nyaring di seluruh sudut SMA Negeri 10 Surabaya, tanda jam istirahat kedua dimulai.
Di salah satu sudut sekolah, ribuan ompreng tertata rapi di atas meja panjang. Kotak-kotak makan itu berisi paket Makan Bergizi Gratis (MBG), program inisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk menekan angka stunting.
Perlahan, suasana sekolah yang sepi menjadi riuh suara langkah kaki dan tawa siswa. Di tengah keramaian itu, tiga siswa dari kelas 10 G datang. Mereka lalu menaiki tangga menuju lantai 3, sambil menenteng puluhan ompreng.
Teman-teman yang menunggu di dalam kelas menyambutnya dengan riang. "Ayo, makan makan, rek," celetuk salah seorang siswa laki-laki begitu paket Makan Bergizi Gratis tiba. Suasananya begitu hangat dan akrab.
Siswa kelas 10 G pun mendekat dan mengambil paket makan mereka dengan tertib. Beberapa siswa tampak penasaran, mengintip isi menu, sebelum kembali ke tempat duduk dan melahapnya hingga tak bersisa.
Aroma nasi dan lauk pauk langsung memenuhi ruang kelas. Terdengar pula suara sendok beradu dengan ompreng besi. Beberapa siswa saling bertukar lauk sambil bercanda ringan, menikmati waktu istirahat mereka.
Siang itu, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 10 Surabaya terasa cukup lezat. Ada nasi putih dengan taburan bawang goreng, ayam katsu, edamame, sayur timun dan selada, saos, serta buah jeruk sebagai pelengkap.
Di tengah suasana makan siang, salah seorang siswa yang duduk dibangku paling belakang, tampak menyodorkan nasinya ke teman sebangku. Namanya Diode Faiza Akbar, 15 tahun, siswa asal Jemursari.
Pelajar SMA Negeri 10 Surabaya tengah menyantap menu Program MBG yang didistribusikan ke sekolahnya. (Novia Herawati/JawaPos.com).
Rupanya, Diode memang tak doyan nasi putih. "Nggak doyan saja. Makanya nasi putih ini (MBG) kadang saya bawa pulang atau saya kasihkan ke teman," tutur siswa berkacamata itu kepada JawaPos.com, Kamis (23/10).
Diode bercerita, ia tak bisa makan nasi putih sejak kecil. Saat bayi, ia sempat bisa makan bubur dan nasi. Namun ketika masuk TK, setiap kali mencoba makan nasi atau bubur, ia selalu muntah.
Sejak saat itu, Diode tak lagi menyentuh nasi putih. "Tapi kalau selain nasi putih, saya doyan. Jadi buat mengganti asupan nasi putih, biasanya saya bawa nasi goreng dari rumah. Kadang ya makan lauknya saja," imbuhnya.
Namun secara keseluruhan, Diode mengaku puas dengan menu Makan Bergizi Gratis di SMA Negeri 10 Surabaya. Apalagi setiap pekan, menunya berganti, sehingga siswa tak merasa bosan.
"Sejauh ini sih enak-enak, ya. Paling suka menu ayam bumbu bawang, ayam kecap. Pokoknya olahan ayam. MBG juga ngabantu saya, karena sebelum ada ini, saya biasanya bawa bekel atau jajan di kantin," tutur Diode.
Hal senada juga disampaikan Khansa Ghaisani Belva Sejati, 15 tahun, siswi kelas 10 G asal Jalan Darmo Kali. Menurutnya, menu MBG yang bervariasi membuat nafsu makan meningkat dan tak mudah bosan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
