Kondisi Jenazah Memburuk, Tim DVI Hadapi Kendala Identifikasi Non-DNA Korban Ponpes Al Khoziny. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com-Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur menghadapi kendala untuk mengidentifikasi jenazah korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo.
Baca Juga: 3 Shio Diprediksi Dapat Cuan Besar, Waktu yang Tepat untuk Investasi Mulai 10 Oktober 2025
Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidajati tak menampik bahwa pihaknya mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi jenazah korban dengan metode manual atau non-DNA.
"Memang ada kesulitan-kesulitan dalam mengidentifikasi secara non-DNA, karena mungkin diketahui di TKP ternyata juga jenazah itu tidak semuanya (dalam kondisi) bagus gitu," ujarnya di RS Bhayangkara, Kamis (9/10).
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengambilan sampel DNA dari keluarga korban, lalu mengirimkannya ke laboratorium Mabes Polri, Jakarta. Namun, prosesnya membutuhkan waktu minimal 3 hari dan maksimal 2 minggu
"Nah (sambil menunggu hasil sampel DNA), kita mengidentifikasi dari korban yang ada (post mortem) dan dibandingkan dengan data yang dikirim oleh keluarga yang ada (ante mortem)," imbuhnya.
Kombes Pol Wahyu menegaskan pihaknya akan terus berusaha untuk mengidentifikasi seluruh jenazah korban. Hingga Kamis (9/10), tercatat sebanyak 48 korban dari total 67 kantong jenazah berhasil teridentifikasi.
"Sampai sekarang kita masih berusaha kembali menyisir, mana yang bisa dicocokkan tanpa menggunakan DNA terlebih dahulu, mana yang lebih cepat begitu. Jadi mohon bersabar, kita tetap berusaha semampunya," terang Wahyu.
Sementara itu, Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan mengatakan sejauh ini, Tim DVI mengidentifikasi korban melalui metode medis, gigi, DNA, dan properti atau barang kepemilikan.
"Prosesnya dilakukan sesuai dengan kaidah DVI Internasional. Kami mengandalkan kombinasi data primer seperti DNA dan gugur, serta data sekunder berupa properti pribadi milik korban," tuturnya.
Kemudian, proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante mortem (AM) dari keluarga dengan post mortem (PM) korban yang dikumpulkan Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
"Kenapa kami tetap melakukan dua-duanya?
Karena tidak supaya keluarga tidak lama menunggu (anak atau kerabatnya) teridentifikasi, sehingga bisa segera kami serahkan ke keluarga," ucap Khusnan.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Tim DVI berupaya mengidentifikasi jenazah korban yang belum teridentifikasi sambil menunggu sampel DNA. Hingga kini, sebanyak 36 sampel DNA yang dikirim ke Jakarta sudah keluar hasilnya.
"Dan untuk tes DNA kami juga menunggu yang yang belum dikirim. Kalau hari ini kan sudah dikirim ada total kemarin 28, ditambah hari ini 8, berarti 36 (sampel DNA) ya yang sudah kami terima," pungkasnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
