
Presiden Prabowo memberikan Tanda Kehormatan Bintang Yudha Dharma Pratama dan Samkaryanugraha di atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat, Jakarta, Kamis (2/10/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa dirinya mengizinkan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan seluruh kepala staf, untuk tidak memperhitungkan senioritas dalam seleksi kepemimpinan di tubuh institusi militer Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam upacara Peringatan HUT ke-80 TNI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat (Jakpus), Minggu (5/10).
Di hadapan ratusan ribu prajurit TNI yang hadir dalam Upacara Peringatan HUT ke-80 TNI, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya tidak berhenti memerintahkan panglima TNI dan seluruh kepala staf untuk menilai pimpinan-pimpinan di TNI.
Menurut dia, para prajurit yang berada di garda depan berhak untuk menuntut dan memiliki pemimpin terbaik. Sehingga hak tersebut harus dipenuhi oleh TNI agar para prajurit dapat bertugas semakin baik.
”Saya memberi izin kepada panglima TNI dan kepala staf, dalam rangka seleksi kepemimpinan, tidak perlu selalu memperhitungkan senioritas. yang penting prestasi, pengabdian, cinta tanah air,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menekankan bahwa TNI memerlukan kepemimpinan terbaik karena TNI harus mempertanggungjawabkan diri kepada rakyat Indonesia.
Untuk itu, dia ingin seluruh unsur pimpinan TNI di setiap tingkatan dan setiap eselon dipastikan merupakan yang terbaik. Dia meminta para pemimpin TNI tidak sekedar bekerja dan menunaikan tugas, melainkan turut memberi dan menjadi teladan.
”Saya ingatkan, semua unsur pimpinan TNI dari setiap eselon, dari setiap tingkatan, harus selalu membina diri dan harus selalu memberi contoh. Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan, harus kepemimpinan Ing Ngarso Sung Tulodo, harus memberi contoh di depan. Tidak ada tempat untuk pemimpin-pemimpin yang tidak kompeten, yang tidak profesional, yang tidak mengerti tugasnya,” kata dia.
Prabowo pun mengingatkan kepada seluruh jajaran TNI bahwa tugas yang mereka emban dan laksanakan tidak mudah.
Termasuk yang berkaitan dengan menjaga kekayaan alam Indonesia dari berbagai macam gangguan. Misalnya gangguan pihak asing maupun pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang terus mencuri kekayaan tersebut.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
