
Kepala BNPT Eddy Hartono menemui mantan narapidana terorisme Abu Rusydan di Lapas Kelas I Semarang, Kamis (2/10). (Istimewa)
JawaPos.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono menegaskan komitmen negara dalam memperkuat program deradikalisasi bagi narapidana terorisme (napiter). Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi antara BNPT, Densus 88 Antiteror Polri, serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Ditjen PAS Kementerian Imipas).
Eddy Hartono melakukan kunjungan langsung ke Lapas Kelas I Semarang, Kamis (2/10). Menurutnya, langkah ini merupakan tindak lanjut dari ikrar kembalinya eks anggota Jemaah Islamiyah (JI) ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Desember 2024.
“Hari ini kami berkunjung ke Abu Rusydan, salah satu Amir JI yang masih menjalani masa hukuman di Lapas Kelas I Semarang. Tujuan kami adalah komitmen bahwa negara hadir untuk melakukan pembinaan, meliputi wawasan kebangsaan, keagamaan, dan kewirausahaan,” kata Eddy dalam keterangannya, Jumat (3/10).
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Ditjen Pemasyarakatan, Chandran Lestyono, menegaskan bahwa Abu Rusydan telah menunjukkan kesadaran penuh untuk kembali setia kepada NKRI.
“Alhamdulillah, Abu Rusydan tetap komitmen bahwa JI sudah dibubarkan dan kembali kepada NKRI. Selama di Lapas, ia berkelakuan baik dan menunjukkan itikad baik,”ucap Chandran.
Menurut Chandran, perkembangan positif tersebut tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang secara konsisten melakukan monitoring dan pembinaan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Progresnya sangat baik. BNPT konsisten memonitor, tim lapas juga terus melakukan pembinaan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, menyampaikan apresiasinya atas dukungan BNPT dalam pembinaan narapidana terorisme. Ia menekankan bahwa keberhasilan program deradikalisasi hanya bisa dicapai dengan sinergi lintas lembaga.
“Kami berterima kasih kepada BNPT. Pembinaan napiter tidak bisa dilakukan sendiri, harus bersama-sama. Dengan kolaborasi, kita harapkan mereka benar-benar kembali ke NKRI,” pungkasnya.
