
Eko Gunawan (49), kepala juru masak yang kini menjadi tulang punggung dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Larangan, Kota Tangerang/(Dimas Choirul/Jawapos
JawaPos.com — Suasana dapur di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Larangan, Tangerang, Banten setiap pagi selalu riuh oleh aktivitas para juru masak. Di antara kepulan asap wajan dan aroma masakan, berdiri seorang sosok yang mengatur ritme kerja timnya dengan tenang: Eko Gunawan (49), kepala juru masak yang kini menjadi tulang punggung dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Eko bukan orang baru di dunia masak-memasak. Sejak tahun 2000, ia telah malang melintang di berbagai dapur industri, mulai dari restoran, catering bandara, hingga perusahaan migas di darat maupun di tengah laut. “Lebih banyak ke katering industri migas, oil chemical. Termasuk di offshore juga di onshore,” kenangnya kepada Jawapos.com, Rabu (24/9).
Namun perjalanan panjang itu sempat terhenti pada 2015. Atas permintaan keluarga, ia meninggalkan pekerjaannya sebagai juru masak di kapal pengeboran minyak. “Usia kan sudah (tua), keluarga juga nggak bolehin lagi kerja di offshore,” katanya. Karena usianya tak lagi muda, Eko mengaku sempat sulit mencari pekerjaan.
Kabar adanya lowongan relawan di SPPG Larangan bak oase di gurun pasir. Ia bergegas melamar sebagai juru masak di dapur tersebut dan diterima. Di sana, ia memulai dari awal lagi.
Meski dulu Ia terbiasa dengan standar ketat saat bekerja di katering industri migas, Eko mengaku tantangan di dapur MBG justru berbeda. “Kalau yang sekarang ini kan ada batasan dari segi makanan, bahan makanan. Terus lebih diperketat standarisasi makanannya. Kalau di katering pabrik lain itu enggak terlalu ketat, bisa beli produk dari luar. Kalau ini kan jatuhnya ke anak-anak, standar gizinya beda lagi,” jelasnya.
Kini, bersama tim kecil berisi lima orang, Eko memastikan setiap menu yang tersaji sesuai standar. Koordinasi dengan ahli gizi dan sesama juru masak berjalan mulus. “Paling ada beberapa orang yang masih baru, kita step, kita tuntun supaya ngikut ke ritmenya kita,” ujarnya.
Meski pekerjaannya penuh tanggung jawab, Eko tetap rendah hati soal penghasilan. Dengan lima anak—empat di antaranya masih sekolah—ia tak menampik gaji yang diterima di SPPG tak sebesar dari tempat ia bekerja sebelumnya. “Cukup enggak cukup itu tergantung dari kitanya. Kalau dibilang enggak cukup, enggak ada cukupnya,” ucapnya
Ia tak menuntut banyak, hanya berharap program MBG terus berlanjut dan diperluas. “Kalau bisa diperluas. Terus kalau bisa itu budget makanannya standarnya jangan terlalu low. Sebab kita yang pengelola juga bingung,” pesannya.
Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
