Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 September 2025 | 00.23 WIB

Ajukan Penangguhan Penahanan untuk Delpedro Marhaen dan Aktivis Lain, Tokoh GNB Siap jadi Penjamin

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Delpedro Marhaen. (Royyan/ JawaPos.com) - Image

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Delpedro Marhaen. (Royyan/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kedatangan para tokoh bangsa yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) ke Polda Metro Jaya tidak hanya untuk menemui para tahanan seperti Delpedro Marhaen. Lewat surat resmi, GNB menyampaikan permohonan agar para tahan itu dibebaskan dan bila memang proses hukum tengah berjalan dengan alat bukti yang sudah dikantongi, ada penangguhan penahanan. GNB siap menjadi penjamin. 

Lukman Hakim Saifuddin, mantan menteri agama yang juga tergabung dalam GNB menyatakan bahwa penahanan yang dilakukan oleh aparat kepolisian harus menjunjung tinggi hak-hak dasar dan hak asasi manusia bagi para tersangka. Itu sangat penting dan menjadi concern bagi GNB. Karena itu, tokoh-tokoh tersebut bersurat secara resmi kepada pihak kepolisian agar memberikan kesempatan untuk membebaskan atau memberikan penangguhan penahanan.

"Karenanya dalam surat yang kami layangkan secara resmi, juga selain pembebasan, kami juga berharap ada penangguhan terhadap mereka-mereka itu," kata dia.

Lukman tegas menyatakan bahwa GNB tidak masuk sampai proses hukum yang sedang berjalan. Termasuk dugaan penghasutan yang dituduhkan kepada Delpedro dan beberapa tersangka lainnya. Menurut dia, pihaknya hanya berpesan agar pimpinan Polda Metro Jaya memperhatikan hak-hak dasar para tahanan. Semuanya harus dipenuhi.

"Yang kaitannya dengan penjamin ya, kami sudah bersepakat dari Gerakan Nurani Bangsa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya penangguhan itu. Jadi, poinnya kami bersedia untuk menjadi penjamin," tegasnya.

Menambahkan keterangan Lukman, Komaruddin Hidayat yang juga datang secara langsung ke Polda Metro Jaya hari ini menyatakan bahwa para tahanan berlatar belakang mahasiswa dan aktivis punya idealisme. Mereka memiliki cara dan gaya tersendiri saat bersuara. Apalagi mereka adalah generasi Z. Salah satu ruang mereka bersuara adalah media sosial.

"Dan demo itu bagian dari hak-hak asasi manusia warga negara dan itu cara mereka menyampaikan aspirasi. Mereka itu putra-putra bangsa terbaik. Oleh karena itu, jangan sampai benih, bibit unggul, ini kemudian mati dan sampai mereka kemudian tidak tumbuh kalau salah treatment," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore