
Selebgram Lisa Mariana (LM) mendatangi gedung Merah Putih KPK di Jakarta, Jumat (22/8/2025). Lisa diperiksa sebagai saksi kasus dugaan rasuah terkait pengadaan iklan di PT Bank BJB. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bakal melakukan pemanggilan ulang terhadap selebgram Lisa Mariana, terkait pengakuan dirinya menerima aliran uang dari mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, bekaitan dugaan korupsi dana iklan pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB). Hal itu untuk mendalami pengakuan Lisa terkait besaran dan waktu penerimaan uang dari Ridwan Kamil tersebut.
Lisa Mariana telah diperiksa KPK dalam kasus dugaan korupsi BJB, pada Jumat (22/8) lalu. KPK menyebut, pemeriksaan terhadap Lisa saat itu belum tuntas.
"Karena memang dalam pemeriksaan pertama kemarin karena kondisi saudari LM tidak fit, maka pemeriksaannya juga belum tuntas. Jadi nanti jika memang ada kebutuhan, keterangan, ataupun informasi terkait yang diketahui oleh saudari LM ini nanti bisa dilakukan penjadwalan lagi untuk pemeriksaannya," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/9).
KPK tengah mendalami terkait waktu penerimaan uang terhadap Lisa Mariana tersebut. Termasuk dugaan modus penerimaan uang yang diduga berasal dari Ridwan Kamil tersebut.
"Tentu didalami terkait juga tempusnya, modus-modusnya seperti apa, nanti kita akan melihat kaitannya dengan tempus perkara pengadaan iklan di BJB," ucap Budi.
Namun, KPK belum memberikan kepastian waktu terkait rencana pemanggilan ulang terhadap Lisa Mariana. Lembaga antirasuah bakal mengumumkannya ke publik, jika penyidik membutuhkan keterangan lanjutan dari Lisa Mariana.
"Untuk jadwal pemanggilan nanti kalau sudah ada pasti kami akan share ya, karena memang dari kebutuhan atas pemanggilan pemeriksaan yang pertama, penyidik memang masih membutuhkan informasi lainnya," tegasnya.
Dalam pengusutan kasus ini, KPK juga telah menggeledah rumah pribadi Ridwan Kamil di Bandung, Jawa Barat, pada 10 Maret 2025. KPK turut menyita motor Royal Enfield hingga mobil dari upaya paksa penggeledahan tersebut.
KPK sendiri telah menetapkan lima orang tersangka, mereka di antaranya mantan Direktur Utama PT BPD Jawa Barat dan Banten alias Bank BJB, Yuddy Renaldi bersama empat orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana iklan.
Selain Yuddy Renaldi, KPK juga menetapkan Pimpinan Divisi Corsec BJB, Widi Hartoto. Serta tiga orang pihak agensi di antaranya ID, SUH dan SJK. Kasus dugaan korupsi dana iklan untuk penayangan di media TV, cetak, dan online itu diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 222 miliar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
