
Pimpinan DPR RI menerima peewakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9). (Ridwan/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyampaikan kritik keras terhadap para wakil rakyat di Senayan. Dalam audiensi bersama pimpinan DPR, mahasiswa menilai ada kesenjangan antara kondisi rakyat yang semakin berat dengan sikap legislatif yang dinilai abai terhadap penderitaan masyarakat.
Adapun, Pimpinan DPR yang menerima audiensi perwakilan mahasiswa di antaranya Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal. Pertemuan itu digelar di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9).
Dalam kesempatan itu, Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Agus Setiawan, menegaskan kondisi ekonomi masyarakat saat ini penuh ketidakpastian. Namun, itu dibalas dengan joget-joget para anggota dewan di atas penderitaan rakyat, yang sulit mendapatkan pekerjaan.
“Berkaitan dengan permasalahan kami sebagai bagian dari warga negara yang sebetulnya khawatir kira-kira kita ke depan itu kondisi ekonominya seperti apa ya, terdengar masyarakat rentan menderita di PHK, ekonomi lesu daya beli masyarakat menurun kok bisa ada wakil rakyat yang justru kabarnya tunjungannya dinaikkan dan ketika ada kabar tersebut terjadi simbolisasi joget-joget, yang kemudian hati kami sedih bapak-bapak sekalian,” kata Agus Setiawan.
Agus menilai, DPR telah kehilangan sensitifitas terhadap aspirasi rakyat. Ia pun menyoroti sikap para wakil rakyat yang lebih sibuk dengan simbolisasi politik ketimbang membicarakan persoalan mendesak yang dihadapi masyarakat.
“Kami seakan-akan dimanfaatkan saat momen pemilunya saja dengan berbagai janjinya, tetapi ketika sudah duduk di kursi-kursi yang enak ini bapak-bapak Ibu sekalian yang duduk di parlemen seakan-akan melupakan kami sebagai bagian dari rakyat yang seharusnya diwakilkan dalam pertemuan rapatnya,” ujar Agus.
Menurutnya, fenomena joget-joget anggota DPR di ruang publik ketika rakyat menderita justru menimbulkan luka sosial. Hal itu dianggap menambah jurang ketidakpercayaan antara generasi muda dan lembaga legislatif.
Agus juga menyinggung soal narasi besar pembangunan Indonesia. Ia menilai jargon Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai jika para pemimpin bangsa gagal mengutamakan kepentingan rakyat.
“Dan saya pribadi sebagai generasi yang meneruskan perjuangan ini saya khawatir bahwa dari narasi-narasi Indonesia emas 2045 narasi-narasi bahwa hari ini adalah untuk anak cucu kita itu tidak akan tercapai ke depannya,” ucapnya.
Karena itu, Agus berharap para wakil rakyat kembali pada jalur amanah yang diemban, dapat mendengar suara rakyat.
“Maka dari itu saya berharap agar kita ingat kembali amanat rakyat, mandat rakyat yang dibebankan di pundak kita sekalian agar betul-betul kita perjuangkan,” pungkasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
