Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 18.47 WIB

Viral Tren Brave Pink dan Hero Green di Medsos: Warna Sebagai Simbol Perlawanan Punya Sejarah Kuat Sejak Lama

Sejumlah akun official di Instagram menggunakan foto dengan latar pink dan hijau. (Platform X) - Image

Sejumlah akun official di Instagram menggunakan foto dengan latar pink dan hijau. (Platform X)

JawaPos.com - Warna kembali digunakan sebagai medium perlawanan politik. Seperti yang terbaru, ramai diterapkan di Indonesia sebagai bentuk dukungan pada aksi demonstrasi simultan sepanjang akhir Agustus lalu. 

Dua warna, yakni Brave Pink dan Hero Green, belakangan viral di media sosial sebagai bentuk protes simbolik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai abai pada aspirasi rakyat. 

Dari unggahan Instagram hingga avatar X, warna ini hadir sebagai bahasa visual baru yang menyatukan suara publik.

Warna Sebagai Bahasa Protes

Melansir dari Museum of Protest, penggunaan warna dalam protes atau demonstrasi bukan hal baru. Sejarah mencatat bahwa warna sering menjadi cara paling sederhana sekaligus efektif untuk menyampaikan pesan politik tanpa kata-kata. 

Sejarahnya panjang dan rumit. Dimulai dari para suffragette di awal abad ke-20 yang mengenakan gaun putih dan ungu untuk menuntut hak pilih perempuan.

Sementara Revolusi Oranye di Ukraina (2004) dan Gerakan Hijau di Iran (2009) menunjukkan bagaimana warna mampu menyatukan massa dalam perlawanan damai.

Menurut teori aksi non-kekerasan Gene Sharp, adopsi warna atau bendera memberi tiga keuntungan utama: memperkuat solidaritas, menurunkan risiko partisipasi, dan sulit untuk disensor. 

Seseorang mungkin tidak bisa turun ke jalan. Tetapi cukup mengenakan gelang, pita, atau mengubah avatar dengan warna tertentu untuk menunjukkan sikap, hal tersebut sudah termasuk bentuk partisipasi dalam gerakan yang sedang disuarakan.

Dari Jalan ke Platform Digital

Hal yang sama kini terlihat di Indonesia. Jika di jalanan bendera dan poster menjadi penanda perlawanan, di ruang digital, Brave Pink dan Hero Green berfungsi sebagai 'bendera virtual'.

Kedua warna ini dipakai ribuan kali di platform daring sebagai bentuk solidaritas atas keresahan sosial-politik yang tengah memanas. 

Di Twitter/X, misalnya, tagar bertema kedua warna itu sempat menduduki trending, sementara di TikTok banyak kreator konten menampilkan video dengan filter dominan pink dan hijau sebagai sindiran politik.

Aksi ini meluas cepat karena sederhana, aman, dan sulit dibungkam. Pemerintah mungkin bisa membatasi slogan, tetapi mustahil melarang warganet menggunakan warna tertentu, apalagi digunakan di foto profil media sosial mereka. 

Simbolisme Emosional

Warna juga memiliki resonansi emosional yang kuat. Brave Pink dimaknai sebagai keberanian untuk bersuara, menolak diam di tengah represi. 

Hero Green mencerminkan harapan dan solidaritas, sekaligus mengingatkan pada gerakan protes global yang pernah mengusung hijau sebagai simbol perjuangan demokrasi.

Tren ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya kreatif dalam berbahasa digital, tetapi juga mampu menghidupkan kembali praktik protes non-kekerasan dalam format yang relevan dengan zaman.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore