
Abigail Limuria (tiga dari kiri). (dok. Jawa Pos/Fedrik Tarigan)
JawaPos.com - Abigail Limuria, pegiat isu sosial politik dan penulis muda Indonesia, menjadi sorotan setelah namanya muncul sebagai narasumber di sejumlah media internasional yang meliput demonstrasi besar di Indonesia beberapa waktu lalu.
Media internasional seperti Al Jazeera English dan DW News mengutip pandangannya terkait unjuk rasa serta dinamika politik di tanah air yang berakhir ricuh.
Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera English, Abigail menegaskan bahwa gelombang aksi ini lahir dari keresahan masyarakat luas yang tak ditemui Anggota DPR.
“Saya merasa trajektori ini tidak terlihat begitu baik. Walaupun saya masih berpikir bahwa kerajaan masih memiliki kesempatan untuk menemui orang di tempat mereka dan menghapus situasi," tuturnya.
"Apa yang orang inginkan bukan lebih banyak kejahatan polisi atau represi. Yang orang inginkan adalah representatif untuk menemui mereka di tempat mereka untuk mendengar aspirasi mereka berdasarkan pekerjaan mereka," tuturnya.
Lahir pada 10 November 1994, Abigail dikenal aktif dalam merumuskan dan menyuarakan aspirasi publik.
Salah satunya lewat inisiatif 17+8 tuntutan bersama sejumlah tokoh muda lain seperti Salsa Erwina Hutagalung, Fathia Izzati, Andovi Da Lopez, Andhyta Firselly Utami, dan Jerome Polin.
Gerakan ini merangkum 25 tuntutan kepada pemerintah sebagai ringkasan dari ratusan pernyataan masyarakat sipil.
Abigail menempuh pendidikan sarjana di bidang media dan perfilman di Universitas Biola, Amerika Serikat, pada 2013–2017.
Sejak itu, Abigail banyak berkecimpung dalam dunia literasi politik dan sosial. hingga akhirnya ikut memperluas gema aksi demonstrasi di Indonesia beberapa waktu belakangan.
Ia mendirikan berbagai platform seperti What Is Up Indonesia (WIUI), Bijak Memilih, Malaka Project, Lalita Project, hingga Moretalk—semuanya berfokus pada edukasi generasi muda agar lebih kritis terhadap isu sosial politik.
Selain aktif di media dan gerakan sosial, Abigail juga menulis buku. Dua karyanya yang sudah terbit ialah "LALITA: 51 Cerita Perempuan Hebat di Indonesia" dan "Makanya, Mikir!: Panduan Berpikir untuk Hidup Lebih Bahagia".
Melalui tulisan maupun aktivitas sosialnya, Abigail konsisten mendorong keterlibatan generasi muda dalam isu-isu publik, baik di level nasional maupun internasional.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
