Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 06.55 WIB

Soroti Insiden Tragis Tewasnya Affan Kurniawan Dilindas Rantis Brimob, Sudirman Said: Bukan Hanya Protap, Diperlukan Koreksi Total!

Ketua Institut Harkat Negeri Sudirman Said. (Istimewa)

JawaPos.com-Ketua Institut Harkat Negeri Sudirman Said turut buka suara atas insiden tragis yang menimpa Affan Kurniawan pada Kamis (28/8). Menurut mantan menteri ESDM tersebut, diperlukan koreksi total atas insiden yang telah merenggut nyawa driver ojek online (ojol) itu. 

Menurut Sudirman, insiden yang dialami oleh Affan telah memicu amarah publik. Sehingga aksi protes serta demo untuk menyampaikan tuntutan tidak kunjung berhenti. Buktinya, sampai hari ini (29/8), massa masih terus beraksi di sejumlah titik di Jakarta. Bahkan aksi serupa terjadi di luar Jakarta dan luar Jawa. 

Sudirman pun mengingatkan bahwa gelombang protes yang melatarbelakangi tragedi Affan tidak lepas dari aksi elite politik. Mulai joget-joget di DPR sampai Istana. Menurut dia, itu menunjukkan bahwa elite kurang peka terhadap realitas pahit rakyat yang kehilangan pekerjaan dan terbebani pajak berlipat ganda.

Karena itu, Sudirman menilai insiden tersebut tidak bisa hanya dipandang sebagai pelanggaran protokol tetap (protap). Menurut dia, tragedi yang merenggut nyawa Affan mencerminkan cara pandang kekuasaan yang sudah terlalu jauh menyimpang dari makna asalnya.

”Korban telah jatuh, pengemudi ojol, pembayar pajak, tewas dilindas oleh kendaraan rantis satuan Brimob Polri. Di batin rakyat masih tersimpan tragedi Kanjuruhan yang memilukan,” kata dia melalui keterangan resmi pada Jumat (29/8).

Atas peristiwa yang menimpa almarhum Affan, Sudirman juga mengingatkan bahwa seluruh perangkat aparat, baik kendaraan, gaji personel, pangkat, kantor, hingga senjata, dan gas air mata, semuanya dibiayai oleh uang rakyat. Sehingga harusnya semua digunakan secara bijak. 

”Yang diperlukan (saat ini) adalah koreksi total, untuk meluruskan makna kekuasaan,” kata dia.

Tidak sampai di situ, Sudirman menyinggung soal kekuasaan yang seharusnya dipahami sebagai titipan dari rakyat untuk melayani dan melindungi. Bukan malah menjadi sarana untuk membagi-bagi keuntungan, melayani diri sendiri, apalagi sampai mencuri. Dia menyorot sikap beberapa elite yang malah berjoget-joget dam mengabaikan luka batin rakyat.

”Kekuasaan bukan untuk diagungkan, dibanggakan, atau dijaga sampai menindas dan membunuh rakyat,” ujarnya.

Sejak insiden tragis yang dialami oleh Affan terjadi kemarin, aksi massa dan demonstrasi terus bergulir. Bahkan masih terus berlangsung sampai malam ini. Massa berkumpul di sejumlah titik di Jakarta. Hal serupa dilakukan oleh massa di berbagai daerah. Tuntutan mereka sama: keadilan bagi Affan yang kehilangan nyawa akibat arogansi aparat.  (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore