Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Agustus 2025 | 01.11 WIB

Demo di DPR Ricuh dari Siang, Istana Ngaku Tidak Monitor Lagi Fokus Beri Penghargaan ke 141 Tokoh

Demo 25 Agustus di kawasan gedung DPR rusuh, massa bentrok dengan petugas. Polisi menghalau massa dengan menyemprotkan air dan menembakkan gas air mata. (Salman Toyibi/ Jawa Pos) - Image

Demo 25 Agustus di kawasan gedung DPR rusuh, massa bentrok dengan petugas. Polisi menghalau massa dengan menyemprotkan air dan menembakkan gas air mata. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

JawaPos.com – Istana Kepresidenan menegaskan belum memantau perkembangan aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di depan Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/8). Aksi unjuk rasa itu merupakan protes dari berbagai elemen masyarakat atas kenaikan tunjangan Anggota DPR di tengah terpuruknya perekonomian masyarakat.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pihak istana pada saat bersamaan sedang berkonsentrasi dalam prosesi pemberian tanda jasa dan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh nasional. 

“Kami belum monitor demo. Kami lagi konsentrasi memberikan penghormatan kepada mereka yang betul-betul berjasa bagi bangsa dan negara,” kata Prasetyo di Istana Negara, Jakarta.

Pemberian tanda jasa dan tanda kehormatan kepada 141 tokoh nasional itu disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Prasetyo, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi negara kepada putra-putri terbaik bangsa.

“Prabowo betul-betul ingin memberikan penghargaan kepada siapa saja putra-putri terbaik bangsa yang berprestasi,” ungkapnya.

Dari deretan penerima, di antaranya besar dari lembaga legislatif yang turut mendapatkan tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia Utama. Mereka yakni, Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.

Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo ingin menjadikan pemberian gelar dan tanda jasa sebagai tradisi rutin untuk menghormati kontribusi anak bangsa. Meski demikian, ia menyebut jumlah penerima tahun ini masih dirasa kurang.

“Karena dari 141 juga banyak di antaranya yang saudara-saudara kita itu belum pernah mendapatkan penghormatan atau penghargaan sama sekali dari negara,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, pemberian tanda kehormatan kepada 141 tokoh nasional bersamaan dengan digelarnya aksi unjuk rasa masyarakat di kawasan DPR RI. Demonstrasi massa itu berujung ricuh hingga aparat menembakkan gas air mata.

Bentrokan antara massa aksi dengan aparat kepolisian terjadi di Jl Gatot Subroto, tepatnya di dekat fly over Senayan. Bentrokan dipicu ketika massa aksi menghalangi aparat kepolisian yang hendak melintas di jalan Gerbang Pemuda menuju arah GBK. Aparat pun naik pitam hingga menyebabkan bentrok. 

Tak hanya itu, massa aksi juga melampiaskan kekesalan kepada petugas kepolisian yang berboncengan motor sambil menenteng senapan gas air mata. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore