
Program MBG ini digelar serentak di 14 Posyandu se-Kelurahan Rejosari Kota Semarang. Sasaran utamanya cukup luas.Mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita yang berisiko stunting(2/7/2025). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com - Badan Gizin Nasional (BGN) mengabarkan terdapat temuan belatung dari penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Klamasen, Sorong, Papua Barat Daya, pada Jumat (8/8).
BGN melalui siaran pers resminya menyampaikan permintaan maaf atas temuan belatung tersebut.
"BGN bersama seluruh petugas SPPG Klamasen menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang terdampak," kata pihak BGN dalam siaran pers resminya, Senin (11/8).
Sebagai langkah tegas, BGN memantau langsung proses penanganan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang. Bahkan, BGN juga akan melakukan investigasi secara mendalam agar peristiwa serupa tidak terulang.
Sementara, Kepala SPPG Klamasen Rizky Irana menegaskan pihaknya telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap tahap pengadaan MBG.
“Kami telah melakukan seluruh tahap mulai dari persiapan bahan baku, proses pemasakan dan pemorsian, hingga distribusi makanan sesuai SOP yang berlaku di BGN,” ujar Rizky.
Ia menyatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan BGN, pihak yayasan, sekolah penerima manfaat, Kodim, dan Dinas Kesehatan setempat. Menurutnya, MBG yang sudah didistribusikan pada hari itu langsung ditarik, disertai evaluasi internal bersama seluruh petugas SPPG.
“Kami bersama yayasan sudah melakukan pengecekan sampel makanan dan memastikan hasilnya layak konsumsi. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Kodim,” tegasnya.
Dampak dari temuan itu, SPPG Klamasen menghentikan sementara operasional program MBG. Perbaikan SOP tengah dilakukan sesuai rekomendasi Dinas Kesehatan, termasuk penambahan uji organoleptik pada setiap pengantaran makanan sebelum kembali beroperasi.
BGN menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan masalah ini. Evaluasi internal bersama staf dapur dilakukan guna mengidentifikasi potensi kelalaian dalam penyiapan, pengolahan, dan pengemasan makanan, serta menerapkan langkah pencegahan lebih ketat di masa mendatang.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
