
Panglima Koarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata (dua dari kiri) didampingi Panglima Koarmada II Laksda TNI I.G.P. Alit Jaya (kiri) menginspeksi pasukan. (Didik Suhartono/Antara)
JawaPos.com-TNI AL mengevakuasi personel dan kapal perang yang ada di beberapa pangkalan TNI AL (lanal) guna mengantisipasi terjadinya tsunami yang diakibatkan gempa di Rusia.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana TNI Denih Hendrata kepada Antara di Jakarta, Rabu, mengatakan salah satu yang sudah melakukan evakuasi pasukan dan peralatan yakni Lanal Gorontalo yang dikomandani Letkol Laut (P) Hanny Chandra.
Denih mengatakan, sebelum mengevakuasi pasukan, pihak Lanal terlebih dahulu mengevakuasi warga dari wilayah pesisir. "Petugas menyampaikan informasi terkait peringatan dini bahaya tsunami kepada seluruh masyarakat pesisir pantai untuk waspada dan para nelayan agar tidak melaut terlebih dahulu sampai situasi aman," kata Denih.
Setelah itu, barulah pihak lanal mengevakuasi seluruh personel dan mengamankan beberapa alat utama sistem senjata (alutsista). "Petugas menyampaikan informasi kepada Posal dan Posmat jajaran Lanal Gorontalo untuk mengamankan personil dan material yang ada," kata Denih. "Prajurit juga mengamankan alutsista seperti kapal angkatan laut (KAL), CB, Rigid Bouyancy Boat (RBB) dan kapal Sea Rider," tambah dia.
Setelah selesai mengevakuasi peralatan tempur dan personel, barulah TNI AL membangun posko evakuasi di beberapa tempat untuk warga pesisir. "Lanal Gorontalo menyiapkan posko tanggap darurat bencana di tiga titik yakni Mako Satgas Lanal Kwandang, Mako Lanal Gorontalo dan Posal Kwandang," kata Denih.
Dia menjelaskan, para pengungsi ditempatkan di dua gedung yakni gedung Asangi dan Payungga yang ada di lanal. Tercatat ada 80 warga Desa Leato Selatan yang telah mengungsi di tempat itu. Tidak hanya tempat pengungsian, TNI AL juga menyediakan satu mobil ambulan dan dua perahu sekoci karet di lokasi pengungsian.
Beberapa personel lanal dan gabungan dari petugas pemerintah daerah serta personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga ditugaskan untuk menjaga posko tersebut.
Denih memastikan posko tersebut akan terbuka dan seluruh personelnya akan bersiaga hingga situasi kondusif. "Pukul 19.00 WITA rencana BMKG akan memberikan pernyataan situasi aman dan pengungsi diijinkan kembali kerumah masing-masing," kata Denih.
Untuk diketahui, gempa gempa bermagnitudo 8,7 skala richter mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia, pagi ini. Gempa tersebut menimbulkan goncangan cukup besar sehingga menghasilkan gelombang laut cukup tinggi.
Wilayah pesisir di Indonesia pun terancam terkena imbasnya, bahkan berpotensi terkena tsunami. Beberapa lokasi yang telah dinyatakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berpotensi terdampak yakni Papua, Maluku Utara, Gorontalo, dan sebagian Sulawesi Utara. (*)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
