Menag Nasaruddin Umar saat berfoto dengan jemaah haji yang akan kembali ke Indonesia dari Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, Kamis (12/6). (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan bahwa upaya pencarian terhadap tiga jemaah haji Indonesia yang hilang di Arab Saudi masih terus dilakukan. Ia mengungkapkan sejumlah kendala teknis yang membuat pencarian menjadi sangat menantang.
"Pertama, mereka itu adalah demensia. Namanya sendiri juga tidak tahu. Nama keluarga juga tidak tahu, nama anaknya nggak tahu. Jadi sudah lupa semuanya," ujar Nasaruddin saat memberikan keterangan di Tangerang, Banten, Senin (28/7/2025).
Menurut Nasaruddin, ketiga jemaah tersebut masih dalam kondisi fisik yang relatif sehat. Hal inilah yang membuat mereka mampu berjalan sendiri keluar dari hotel tanpa pendamping hingga akhirnya dinyatakan hilang.
"Namanya sendiri ditanya kadang-kadang hari ini lain, besoknya juga dia lupa. Ini kan tingkat kesulitannya sangat berat. Tapi kita tetap ada upaya untuk mencari," lanjutnya.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sejumlah jenazah di rumah sakit Madinah dan Makkah yang belum diketahui identitasnya. Karena itu, pihak Kementerian Agama terus berupaya mengirimkan sampel DNA dari keluarga jemaah yang hilang untuk dilakukan pencocokan di rumah sakit setempat.
"Ada sejumlah mayat terbaring di rumah sakit di Saudi Arabia itu, di Madinah atau di Makkah, kita mencari DNA keluarganya siapa tahu di antara mereka itu ada di sana. Tapi saat bersamaan polisi Saudi Arabia kita ada kerja sama, tetap mencari," ucap Nasaruddin.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini masih ada beberapa jemaah haji asal Indonesia yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi, termasuk satu jemaah yang sudah dirawat sejak musim haji tahun 2024.
"Selama masih ada denyut jantung, walaupun itu dengan alat, selama itu juga tidak boleh diapa-apain. Dia terbaring di rumah sakit dengan konsekuensinya, asuransinya jalan terus. Tapi bagi Indonesia juga tidak ada masalah karena nyawa orang tidak bisa diukur dengan uang," katanya.
Berikut ini adalah identitas lengkap tiga jemaah haji Indonesia yang hingga kini masih dinyatakan hilang di Arab Saudi:
Nurimah (80) dari kloter PLM 19. Terakhir terlihat pada 28 Mei, dua hari setelah tiba di Makkah. Ia meninggalkan Hotel 614 dan tidak kembali.
Sukardi (67) dari kloter SUB 79. Menghilang pada 29 Mei, juga dua hari setelah tiba di Makkah, usai keluar dari Hotel 813.
Hasbulah (73) dari kloter BDJ 07. Dilaporkan meninggalkan Hotel 709 pada Selasa dini hari, 17 Juni, usai puncak ibadah haji.
Sebagai langkah spiritual, Kementerian Agama menyebut telah melaksanakan badal haji untuk dua dari tiga jemaah tersebut, yakni Nurimah dan Sukardi. Sedangkan Hasbulah dinyatakan hilang setelah menyelesaikan puncak ibadah haji. Upaya pencarian terhadap ketiganya masih terus berlanjut.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
