
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya saat menyampaikan sambutan di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (29/7). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com
JawaPos.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya melakukan batu pertama pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (29/7). Program ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara PBNU dan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyukseskan program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto.
Gus Yahya menjelaskan, pembangunan dapur MBG ini merupakan bentuk nyata PBNU dalam mendukung program nasional yang menempatkan pemenuhan gizi anak sebagai prioritas utama.
“Pada tahap pertama ini, ada 218 yayasan berbasis pesantren dan lembaga pendidikan di lingkungan NU yang telah masuk dalam proses di portal Badan Gizi Nasional,” kata Gus Yahya saat menyampaikan sambutan di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (29/7).
Menurutnya, saat ini sudah terdapat 47 titik dapur yang sedang dalam tahap persiapan pembangunan, tujuh dapur telah selesai dibangun dan disurvei, serta satu dapur lainnya siap beroperasi sambil menunggu penunjukan Kepala Dapur, yakni Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Bahkan dalam waktu dekat, 10 titik SPPG juga akan diresmikan dan mulai beroperasi.
“Kami berharap program ini dapat mempercepat pemenuhan hak dasar anak dalam mendapatkan gizi yang memadai dan berkualitas,” ucapnya.
Pembangunan 1.000 dapur MBG yang ditargetkan akan menyasar 26 ribu pesantren dan lebih dari 10 ribu sekolah serta madrasah NU. Menurut Gus Yahya, diperkirakan program ini dapat melayani hingga 5 juta santri dan siswa di seluruh Indonesia.
“Targetnya, program ini rampung dan berjalan penuh mulai Agustus mendatang,” jelas Gus Yahya.
Ia juga menegaskan, pembangunan dapur MBG bukan hanya pemenuhan kebutuhan dasar, tapi juga sebagai investasi masa depan bangsa.
"Kerja sama antara PBNU dan BGN ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Yahya menyebut program makan bergizi gratis ini sejalan dengan prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Kita sudah tahu bersama bahwa program ini juga menjadi salah satu program prioritas dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,” pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
