Sebanyak 827 perwira remaja TNI AD diterima oleh KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Mabesad pada Rabu (23/7). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin upacara tradisi penerimaan perwira remaja abituren Akademi Militer (Akmil) 2025 di Markas Besar TNI AD (Mabesad) pada Rabu (23/7).
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini ada 2 angkatan yang lulus bersamaan. Sehingga jumlah perwira remaja yang diterima sebanyak 827 orang. Terdiri atas perwira remaja yang memulai pendidikan pada 2021 dan 2022. Perbedaan waktu pendidikan tersebut menyesuikan dengan kurikulum baru Akmil.
”Angkatan 33 dan 34, tetap yang 3 tahun lulus akan mendapatkan gelar. Kami kan banyak berdiskusi bahwa pendidikan itu terlalu panjang, dihadapkan dengan sekarang teknologi bisa vicon. Sehingga nanti dia menyelesaikan S2-nya di vicon itu nanti, tetap harus selesai. Dari segala macam kecabangannya juga mereka harus selesai,” kata Maruli.
Lulusan Akmil 2025 menjadi yang terbesar bila dibandingkan dengan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), maupun Akademi Kepolisian (Akpol). Menurut Maruli, TNI AD memang membutuhkan banyak personel. Mengingat selama ini formasi yang diisi oleh prajurit TNI AD di daerah tidak seluruh 100 persen.
”Untuk diketahui bahwa jumlahnya Angkatan Darat selama ini tidak pernah cukup, masih banyak daerah-daerah yang organisasinya hanya 60 persen. Bahkan ada 50 sekian persen. Jadi, memang kebutuhan kami akan sangat banyak,” kata dia.
Belum lagi, lanjut Maruli, kebutuhan di lapangan, banyak organisasi TNI di satu wilayah kepulauan yang kerepotan setiap kali melakukan pergeseran pasukan. Baik untuk kebutuhan operasi, pengamanan VVIP, maupun penanggulangan bencana. Untuk itu, tidak menjadi soal bagi Angkatan Darat bila tahun ini perwira remaja yang bergabung mencapai 827 orang.
“Kami sangat bersyukur presiden membuka diskusi yang luar biasa sehinga kami menyiapkan personel, membentuk batalyon lagi, kodam lagi, itu juga kalau dihitung perbandingan dengan jumlah penduduk dan juga luasnya pulau sebetulnya ya cukup masih jauh. Tapi karena konsep pertahanan kita pertahanan rakyat semesta ya itu yang akan kita kelola dengan baik,” bebernya.
Orang nomor satu di TNI AD itu pun menyatakan bahwa terkait jumlah personel, Angkatan Darat selalu tidak pernah cukup. Mereka butuh banyak personel baru untuk mengisi dan memperkuat organisasi Matra Darat. Baik di level pusat maupun di berbagai daerah tugas.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
