Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juli 2025 | 03.24 WIB

Insiden Pendaki Asing di Gunung Rinjani, Pemerintah Tutup Jalur Pendakian Sementara

Tim SAR Gabungan ketika melakukan evakuasi Juliana Marins di Gunung Rinjani beberapa waktu lalu. (Basarnas) - Image

Tim SAR Gabungan ketika melakukan evakuasi Juliana Marins di Gunung Rinjani beberapa waktu lalu. (Basarnas)

JawaPos.com-Sejumlah pendaki dari luar negeri mengalami insiden di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mulai Juliana De Souza Pereira Marins (Brazil), Benedikt Emmenegger (Swiss), sampai Sarah Tamar Van Hulten (Belanda).

Atas rentetan insiden yang dialami para pendaki tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan melakukan evaluasi total dan memerintahkan perbaikan SOP. 

Hal itu ditegaskan oleh Budi Gunawan dalam rapat yang berlangsung di Kantor Kemenko Polkam pada Jumat (18/7). Tidak hanya evaluasi total dan perbaikan SOP, mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu pun mendorong agar jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup untuk sementara waktu.

Karena itu, dalam rapat tersebut hadir Basarnas, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), TNI, Polri, Pemerintah Provinsi NTB, dan pemangku kepentingan lainnya.

Mereka melaksanakan rapat koordinasi untuk merespons rentetan insiden jatuhnya pendaki di jalur pendakian Gunung Rinjani yang terjadi beberapa pekan terakhir. Rapat tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Indonesia untuk melindungi keselamatan pendaki dan memastikan standar keamanan yang lebih baik.

Dalam rapat tersebut, kata BG, disepakati beberapa langkah. 

”Jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup sementara secara total hingga pemberitahuan lebih lanjut. Selama masa penutupan, akan dilakukan perbaikan SOP pendakian dan SOP evakuasi darurat agar lebih responsif dan efektif dalam kondisi ekstrem,” terang Budi Gunawan. 

Tidak hanya itu, Pemerintah Pusat juga meminta perbaikan fasilitas keamanan dan sarana darurat di sepanjang jalur pendakian. Kemudian nantinya sebelum jalur dibuka kembali, bakal dilakukan verifikasi kelayakan oleh Basarnas, TNI, Polri, dan Tim Mountaineering Indonesia.

Secara tegas Budi Gunawan menyebut, pembukaan hanya dilakukan setelah semua pihak menyatakan jalur aman dan layak digunakan. ”Masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi keputusan ini demi keselamatan bersama,” ujar dia. 

Budi Gunawan mengapresiasi kerja sama semua pihak terkait dalam upaya meningkatkan tata kelola dan mitigasi risiko di Gunung Rinjani. Keselamatan jiwa pendaki adalah prioritas. Sehingga jalur pendakian hanya dibuka kembali jika seluruh standar keamanan telah terpenuhi melalui koordinasi lintas instansi.

”Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani atau Posko Basarnas setempat,” kata Budi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore